Nusron Wahid Dorong Budaya Berpikir Kritis di Politeknik Agraria STPN
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid./visi.news/ist.
“Kalau kita mempunyai dua pemikiran yang berbeda, kemudian pemikiran itu kita saling tukarkan, maka jadinya kita mempunyai dua buah pemikiran yang berbeda,” tuturnya.
Karena itu, ia berharap kuliah umum dan forum diskusi di lingkungan Politeknik Agraria STPN terus dikembangkan sebagai ruang pertukaran gagasan. Semakin banyak pandangan yang didengar dan dipertimbangkan, mahasiswa diharapkan memiliki wawasan yang semakin luas.
“Sharing pendapat itu akan menjadikan kita kaya akan pendapat dan kaya akan hasrat,” kata Nusron.
Kuliah umum tersebut menghadirkan pengamat politik dan filsuf, Rocky Gerung, sebagai salah satu pembicara. Dalam pemaparannya, Rocky menekankan bahwa sebuah pemikiran harus selalu terbuka terhadap kritik dan bantahan.
Menurutnya, perdebatan merupakan bagian penting dalam menjaga kehidupan intelektual.
“Pikiran, kuliah umum, kalau tidak ada yang bantah, dia jadi doa. Doa nggak boleh dibantah, pikiran harus dibantah. Itu bedanya,” ujar Rocky.
Di hadapan lebih dari 500 Taruna dan Taruni Politeknik Agraria STPN, Rocky juga menjelaskan pendekatan filosofis yang digunakannya dalam melihat persoalan pertanahan dan kehidupan kebangsaan.
Ia mengajak peserta untuk tidak hanya memahami sebuah konsep dari permukaannya, tetapi juga berusaha menelusuri akar pemikiran yang melatarbelakanginya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!