Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Novita Hardini Desak Negara Aktif Lindungi Karya Kreatif Anak Bangsa

Desi Rossilawati
Rabu, 7 Mei 2025 | 14:22 WIB
Bagikan
Novita Hardini Desak Negara Aktif Lindungi Karya Kreatif Anak Bangsa
VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini meminta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengambil peran lebih besar dalam melindungi dan mengelola karya-karya kreatif anak negeri pada Rabu (7/5/2025). “Selama ini semua publishing karya kreatif dikelola oleh swasta. Lalu, di mana peran negara? Sudahkah kita memiliki lembaga publishing digital nasional? Setidaknya ini perlu dipikirkan serius agar berdampak lebih luas untuk bangsa dan negara." ujarnya dengan tegas. Ia menyoroti absennya lembaga publishing digital nasional yang semestinya bisa menjamin akses yang adil dan perlindungan hak cipta untuk para kreator. Novita juga menyoroti lemahnya kontribusi ekonomi dari sektor hak cipta di Indonesia. “Amerika bisa mendapat Rp15 triliun dari pengelolaan hak cipta, Jepang Rp2 triliun. Indonesia? Hanya Rp120 miliar. Padahal karya kreatif kita luar biasa banyak. Lalu ke mana aliran ekonomi kreatif ini? Sudahkah LMK kita bekerja secara maksimal? Ini harus jadi perhatian serius.” paparnya. Sebagai satu-satunya anggota perempuan dari Dapil 7 Jawa Timur, Novita meminta agar Kemenparekraf tak hanya fokus pada kegiatan seremonial semata. Ia mendorong kementerian menyiapkan grand design yang menyeluruh, mulai dari perlindungan hukum, pemasaran digital, hingga integrasi industri kreatif ke dalam sistem ekonomi nasional. “Ini bukan semata tentang perlindungan hak cipta. Dan cukuplah diamnya negara. Jangan hanya Mendukung satu kelompok saja. Namun bagaimana mengedepankan perlindungan kepada semua pihak. Ini tentang keberlanjutan ekosistem ekonomi kreatif Indonesia,” tegasnya. Ia memastikan Komisi VII DPR RI akan terus mengawal agar Kemenparekraf bisa menjadi penggerak utama industri kreatif yang adil, inklusif, dan benar-benar berpihak pada pelaku industri dalam negeri. @givary

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.