Nasim Khan Soroti Impor Gula Rafinasi dan Holding PTPN
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Nasim Khan./visi.news/ist.
Ia juga mengapresiasi langkah pihak terkait yang telah membantu petani dalam penyerapan hasil produksi gula, meskipun masih banyak tantangan di lapangan.
“Rafinasi sekarang beredar membludak di pasaran. Harapannya bisa terserap dengan baik,†tambahnya.
Selain isu impor, Nasim juga menyoroti rencana penggabungan PT Rajawali Nusantara Indonesia ke dalam grup PTPN. Ia meminta agar langkah tersebut dikaji secara matang, terutama dari sisi kesiapan operasional dan manajemen.
Menurutnya, banyak pabrik gula milik negara yang masih membutuhkan revitalisasi. Di sisi lain, ia menyoroti keberadaan pabrik gula swasta yang beroperasi tanpa memiliki lahan tebu sendiri.
“Pabrik kita punya lahan, terutama di daerah seperti Situbondo, Bondowoso, Jember, dan Lumajang. Tapi petani tebu masih belum jelas nasibnya,†ujarnya.
Nasim menegaskan bahwa penggabungan BUMN gula harus dilakukan secara hati-hati agar benar-benar memberikan manfaat bagi industri gula nasional dan kesejahteraan petani.
“Kalau memang sudah siap, silahkan dilakukan. Tapi harus dievaluasi dengan benar,†pungkasnya. @givary
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!