Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Cuaca Bandung Rabu (5/8/2026) Cerah Berawan, Suhu 31 Derajat Celsius 5 Aug 2026 Persija Tersingkir! Persib Lolos ke Final Piala Presiden 4 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Cuaca Bandung Rabu (5/8/2026) Cerah Berawan, Suhu 31 Derajat Celsius 5 Aug 2026 Persija Tersingkir! Persib Lolos ke Final Piala Presiden 4 Aug 2026

"Nasib" Kapal Pesiar Milik Saddam Hussein yang Tak Sempat Digunakan karena Perang Teluk

ED
Rabu, 25 Januari 2023 | 19:59 WIB
Bagikan
"Nasib" Kapal Pesiar Milik Saddam Hussein yang Tak Sempat Digunakan karena Perang Teluk

VISI.NEWS | IRAK - Sebuah kapal pesiar mewah yang dulunya milik pemimpin Irak yang digulingkan Saddam Hussein, telah diubah fungsinya menjadi pusat penelitian ilmu kelautan di Basra.

Kapal pesiar bernama "Kadisiye" pada saat itu dibangun di Denmark pada tahun 1980, tetapi tidak pernah digunakan oleh pemimpin yang digulingkan tersebut.

Karena Perang Irak-Iran dan Perang Teluk saat itu kapal tidak dapat dibawa ke Irak dan kemudian dihadiahkan oleh Saddam kepada Raja Arab Saudi, Fahd Bin Abdulaziz Al-Saud.

Pada tahun 2010, kapal pesiar yang kini dikenal dengan nama "Breeze of Basra" ini dibawa ke Basra oleh Menteri Perhubungan saat itu, Amir Abduccebar, yang menyatakan bahwa itu adalah milik negara dan dibangun untuk tujuan khusus oleh Saddam. .

Kapal pesiar dengan 18 kamar dan 4 lantai, termasuk tempat pangkas rambut, dry cleaning, dan ruang P3K, kemudian digunakan untuk tur eksplorasi laut sebagai bagian dari proyek yang dikembangkan oleh ilmuwan Irak dan Jerman pada tahun 2015.

Saat ini, kapal pesiar tersebut berlabuh di Shatt Al Arab, tempat pertemuan Sungai Tigris dan Efrat, dan berfungsi sebagai Pusat Penelitian Ilmiah Lembaga Ilmu Kelautan Universitas Basra.

Kapal pesiar ini juga terbuka untuk wisatawan domestik dan asing dan baru-baru ini menarik minat warga Teluk yang mengunjungi Basra untuk Piala Teluk ke-25. @fen/dailysabah.com

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.