Nafa Urbach Soroti Penurunan Peserta dan Pemerataan Program Magang 2026
PN
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Nasdem Nafa Urbach./visi.news/ist.
VISI.NEWS - Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Nafa Urbach, mempertanyakan penurunan signifikan jumlah peserta magang reguler.
Nafa menyoroti data yang menunjukkan jumlah peserta magang reguler turun dari sekitar 44 ribu orang pada 2024 menjadi hanya sekitar 13 ribu peserta hingga Juli 2026.
"Data menunjukkan penurunan tajam peserta magang reguler dari 44 ribu pada 2024 menjadi hanya 13 ribu per Juli 2026. Mengapa demi mengejar target magang lulusan perguruan tinggi, hak-hak anak-anak lulusan SMK atau SMA seolah dikorbankan, Pak?" kata Nafa dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama Menteri Ketenagakerjaan yang digelar pada Senin (6/7/2026)
Menurutnya, pemerintah perlu memastikan kebijakan pengembangan program magang tidak mengurangi kesempatan lulusan sekolah menengah untuk memperoleh akses pelatihan dan pengalaman kerja.
Selain itu, legislator dari daerah pemilihan Jawa Tengah tersebut juga mempertanyakan jaminan pemerataan pelaksanaan Program Magang Nasional 2026, terutama bagi peserta yang berasal dari wilayah pedesaan.
"Bagaimana jaminan pemerataan di angkatan kedua nanti agar anak-anak di daerah pedesaan seperti di daerah pemilihan saya tidak tersisih?" ujarnya.
Nafa juga menyinggung rendahnya penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian setelah mengikuti program magang. Berdasarkan data yang ia sampaikan, sektor pertanian hanya mampu menyerap sekitar 1,2 persen penawaran kerja pascamagang.
Karena itu, ia meminta Kementerian Ketenagakerjaan menyiapkan strategi yang lebih konkret agar Program Magang Nasional 2026 tidak hanya berfokus pada wilayah perkotaan.
Ia berharap program tersebut juga mampu menjangkau sektor agribisnis dan kawasan lumbung pangan di berbagai daerah, termasuk Purworejo, Magelang, dan Temanggung.
"Strategi konkret apa yang akan dilakukan agar Program Magang Nasional 2026 tidak bias perkotaan dan mampu menyentuh sektor agribisnis di kawasan lumbung pangan seperti Purworejo, Magelang, dan Temanggung, terutama di daerah pemilihan saya di Jawa Tengah?" tanya Nafa.
Pertanyaan tersebut menjadi bagian dari fungsi pengawasan Komisi IX DPR RI terhadap pelaksanaan kebijakan ketenagakerjaan, khususnya terkait pemerataan akses program magang, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta perluasan kesempatan kerja bagi lulusan SMA, SMK, maupun perguruan tinggi.
Nafa menyoroti data yang menunjukkan jumlah peserta magang reguler turun dari sekitar 44 ribu orang pada 2024 menjadi hanya sekitar 13 ribu peserta hingga Juli 2026.
"Data menunjukkan penurunan tajam peserta magang reguler dari 44 ribu pada 2024 menjadi hanya 13 ribu per Juli 2026. Mengapa demi mengejar target magang lulusan perguruan tinggi, hak-hak anak-anak lulusan SMK atau SMA seolah dikorbankan, Pak?" kata Nafa dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama Menteri Ketenagakerjaan yang digelar pada Senin (6/7/2026)
Menurutnya, pemerintah perlu memastikan kebijakan pengembangan program magang tidak mengurangi kesempatan lulusan sekolah menengah untuk memperoleh akses pelatihan dan pengalaman kerja.
Selain itu, legislator dari daerah pemilihan Jawa Tengah tersebut juga mempertanyakan jaminan pemerataan pelaksanaan Program Magang Nasional 2026, terutama bagi peserta yang berasal dari wilayah pedesaan.
"Bagaimana jaminan pemerataan di angkatan kedua nanti agar anak-anak di daerah pedesaan seperti di daerah pemilihan saya tidak tersisih?" ujarnya.
Nafa juga menyinggung rendahnya penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian setelah mengikuti program magang. Berdasarkan data yang ia sampaikan, sektor pertanian hanya mampu menyerap sekitar 1,2 persen penawaran kerja pascamagang.
Karena itu, ia meminta Kementerian Ketenagakerjaan menyiapkan strategi yang lebih konkret agar Program Magang Nasional 2026 tidak hanya berfokus pada wilayah perkotaan.
Ia berharap program tersebut juga mampu menjangkau sektor agribisnis dan kawasan lumbung pangan di berbagai daerah, termasuk Purworejo, Magelang, dan Temanggung.
"Strategi konkret apa yang akan dilakukan agar Program Magang Nasional 2026 tidak bias perkotaan dan mampu menyentuh sektor agribisnis di kawasan lumbung pangan seperti Purworejo, Magelang, dan Temanggung, terutama di daerah pemilihan saya di Jawa Tengah?" tanya Nafa.
Pertanyaan tersebut menjadi bagian dari fungsi pengawasan Komisi IX DPR RI terhadap pelaksanaan kebijakan ketenagakerjaan, khususnya terkait pemerataan akses program magang, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta perluasan kesempatan kerja bagi lulusan SMA, SMK, maupun perguruan tinggi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!