MWCNU Pacet Perkuat Organisasi dan Ekonomi Umat
Pelantikan jajaran pengurus dan Musyawarah Kerja I masa khidmat 2026/2031 di Komplek Pondok Pesantren Darunnia'am Al-Islami, Rabu (17/6/2026)./visi.news/ist.
VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, menggelar pelantikan jajaran pengurus dan Musyawarah Kerja (Musker) I masa khidmat 2026/2031 di Komplek Pondok Pesantren Darunnia'am Al-Islami, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat visi organisasi MWCNU Pacet menuju kemandirian dan kebersamaan yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
Ketua Pelaksana, Kiai Ahmad Fuad Ruhiyat, dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
"Yang pertama, ucapan terima kasih kepada para Kiyai, para ulama, terutama keluarga besar Pondok Pesantren Daarunni’am Al-Islami yang telah memberikan tempat pasilitasnya dan tidak lupa semua pihak, atas bantuan materil maupun moril, fajazakumulloh ahsanal jaza. Yang kedua, mohon maaf atas segala kekurangan kepada seluruh tamu undangan maupun peserta, yang mana menyadari bahwa dalam penyambutan, penyediaan pasilitas tempat, masih banyak terdapat kekurangan," ujar Ahmad.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut terdiri atas dua agenda utama, yakni pelantikan pengurus dan Musyawarah Kerja I masa khidmat 2026–2031. Adapun tema yang diusung adalah 'Penguatan Tata Kelola Organisasi dan Pemberdayaan Ekonomi Umat'.
Menurut Ahmad, tema tersebut diharapkan dapat mendorong MWCNU Pacet untuk melakukan pemberdayaan yang bersinergi dengan pemerintah, dengan menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan.
“Di harapkan kedepannya, MWCNU Pacet melakukan pemberdayaan yang bersinergi dengan pemerintah, bagaimanapun NU itu sebagai katalisator dan pasilitator, untuk membangun pemberdayaan umat, pemberdayaan ini bagaimana masyarakat bukan dijadikan objek pembangunan, melainkan dijadikan subjek prinsip dalam membangun, dari mulai dirinya maupun komunitasnya. Mengutip istilah dari KH. Wahab Hasbulloh 'kesempurnaan datang sebab Tindakan, bukan semata sebatas ucapan, bergerak akan kau raih segala angan, jangan sibuk hanya dengan tuturan',” tuturnya.
Di akhir sambutannya, ia juga mengutip pesan Wahab Hasbullah.
“NU (Nahdlatul Ulama) itu rumah besar, yang bisa memanyungi siapa saja, maka jagalah rumah ini, Khidmahlah dengan penuh cinta bukan ambisi,” pungkasnya.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat. Suasana tempat acara mendadak hening dan sakral saat Kiai Asrofil Anam dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung maju untuk membaca SK pelantikan dan KH. Agus A. Qustholani Ketua PCNU Kabupaten Bandung, memandu pembacaan baiat pelantikan. Di bawah panduan Kiyai Agus, para pengurus MWC NU Kecamatan Pacet, mengucapkan sumpah janji setia untuk mengabdi kepada para ulama, agama dan bangsa.
Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung, KH. Agus. A Qustholany, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tata kelola organisasi yang telah dibangun MWCNU Pacet dan menyebutnya sebagai salah satu contoh bagi pengurus NU di daerah lain.
"Selamat dan sukses untuk pengurus MWCNU Pacet yang baru di lantik, semoga apa yang kita lakukan, kerjakan dan pikirkan mendapatkan kemudahan dan di ridhoi Alloh SWT. Kunci utama organisasi itu adalah tatakelola, bahkan tatakelola MWCNU Pacet itu sudah luar biasa, sehingga menjadi percontohan, bukan hanya bagi Pimpinan Cabang Kabupaten Bandung, melainkan untuk Pimpinan Cabang yang lain, jadi perasaan 'MWCNU berasa PCNU', dari mulai SDM nya, pengelolaan organisasinya, bidang ekonominya dan yang lainnya," ujar Agus.
Ia juga menilai visi dan misi kepengurusan MWCNU Pacet telah berkembang dan menunjukkan kemajuan dibandingkan MWC lainnya di Kabupaten Bandung. Menurutnya, tema kegiatan tersebut sejalan dengan upaya menjadikan masyarakat NU sebagai subjek pembangunan serta memperkuat nilai pengabdian untuk agama, bangsa, dan masyarakat.
"MWCNU Pacet ini sudah melangkah jauh dan terus bergerak maju. Nahdaltul Ulama tidak di jadikan objek, tapi dijadikan subjek lalu bermanfaat, karena dasarnya Nahdlatul Ulama di dirikan hanyalah untuk Limashlahatil Ummah. Gerakan Gerakan Nahdlatul Ulama pada akhirnya adalah Rahmatanlil’alamain dan berprinsip setiap Langkah hanya untuk sebuah pengabdian, baik agama, nusa dan bangsa. Selamat dan sukses untuk pengurus MWCNU Pacet yang baru di lantik, semoga apa yang kita lakukan, kerjakan dan pikirkan mendapatkan kemudahan dan di ridhoi Alloh SWT," tuturnya.
Sementara itu, Camat Pacet Asep Susanto menilai tema pemberdayaan ekonomi umat yang diusung dalam kegiatan tersebut sejalan dengan misi pembangunan Pemerintah Kabupaten Bandung.
"Apa yang tadi di sampaikan Ketua Pelaksana, selaras dengan Misi Bapak Bupati Kabupaten Bandung yang kedua, yaitu 'Meningkatkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan serta mendorong ketahanan pangan melalui produksi pangan local berkelanjutan'. Ini menjadi potensi, manakala peningkatan ekonomi umat, bisa menghasilkan produk-produk yang di butuhkan untuk lingkungan sekitar dan bisa berkolaborasi dengan dapur SPPG untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga lebih maju tingkat ekonominya," ujar Asep.
Ia juga sekaligus mewakili Bupati Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna, menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan dan Musyawarah Kerja MWCNU Pacet mewakili Bupati Bandung.
"Selamat dan sukses atas terlaksananya Pelantikan dan Musyawarah Kerja Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Pacet Periode 2026-2031, semoga Amanah dalam mengemban jabatannya," tuturnya.
Dalam rangkaian acara, peserta juga menyaksikan tayangan selayang pandang perjalanan MWCNU Pacet sejak 2005 hingga 2026. Momen tersebut menjadi bagian yang emosional ketika mengenang wafatnya Rais Syuriah MWCNU Kecamatan Pacet, KH Masluh Rifqon Sakandari, pada (3/11/2025).
Setelah pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Musyawarah Kerja I. Forum dibagi ke dalam tiga komisi untuk membahas agenda strategis yang berkaitan dengan keumatan, pendidikan, ekonomi, dan kaderisasi.
Sidang pleno dipimpin Engan Abdul Wahid, sebagai ketua sidang dan didampingi Hasan Nurhuda, sebagai sekretaris sidang. Pembahasan berlangsung dinamis hingga masing-masing komisi berhasil merumuskan program kerja yang dinilai realistis dan sesuai kebutuhan warga Nahdliyin.
Kegiatan dihadiri jajaran PCNU Kabupaten Bandung, Camat Pacet, Kepala Desa Maruyung, pengurus MWCNU Kecamatan Pacet, pengurus ranting NU dari 13 desa, serta badan otonom NU yang meliputi Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, Gerakan Pemuda Ansor, Pagar Nusa, dan Pergunu.
Hingga akhir acara, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan aman. Para pengurus yang baru dilantik menunjukkan optimisme untuk membawa MWCNU Kecamatan Pacet menjadi organisasi yang lebih maju, mandiri, dan bermartabat. @deden
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!