Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026

Muncul Kerusuhan Gegara Al Quran Dibakar Kelompok Sayap Kanan Anti-Imigran di Swedia

ED
Senin, 18 April 2022 | 10:52 WIB
Bagikan
Muncul Kerusuhan Gegara Al Quran Dibakar Kelompok Sayap Kanan Anti-Imigran di Swedia
VISI.NEWS | SWEDIA - Kerusuhan berlanjut pada hari Minggu (17/4/2022) di Norrköping untuk hari keempat dan beberapa kota lainnya di Swedia. Bentrokan dan kerusuhan itu dipicu oleh pembakaran Al Quran oleh kelompok sayap kanan anti-imigran di negara itu. Melansir BBC.com, media lokal mengatakan tiga orang terluka di kota timur Norrköping pada hari Minggu ketika polisi melepaskan tembakan peringatan ke arah perusuh. Beberapa kendaraan dibakar dan sedikitnya 17 orang ditangkap. Pada hari Sabtu, kendaraan termasuk bus dibakar di kota selatan Malmo selama demonstrasi sayap kanan. Sebelumnya, pemerintah Iran dan Irak memanggil duta besar Swedia untuk memprotes pembakaran tersebut. Ekstremis Denmark-Swedia Rasmus Paludan, yang memimpin gerakan Stram Kurs, atau Garis Keras, mengatakan dia telah membakar teks paling suci Islam dan akan mengulangi tindakan itu. Sedikitnya 16 petugas polisi dilaporkan terluka dan beberapa kendaraan polisi hancur dalam kerusuhan pada Kamis, Jumat, dan Sabtu di tempat-tempat di mana kelompok sayap kanan merencanakan acara, termasuk di pinggiran kota Stockholm dan di kota Linköping dan Norrköping. Polisi membubarkan kerumunan pengunjuk rasa di daerah Rosengård di Malmo pada hari Sabtu. Paludan telah mengancam akan mengadakan rapat umum lagi di Norrköping pada hari Minggu, mendorong para demonstran tandingan untuk berkumpul di sana, Deutsche Welle melaporkan. Polisi setempat mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka melepaskan tembakan peringatan setelah diserang dan tiga orang tampaknya terkena pantulan. Kepala polisi nasional Swedia Anders Thornberg mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu bahwa para demonstran telah menunjukkan ketidakpedulian terhadap kehidupan petugas polisi, menambahkan: "Kami telah melihat kerusuhan kekerasan sebelumnya. Tapi ini adalah sesuatu yang lain." Protes terhadap rencana Stram Kurs untuk membakar Al-Quran telah berubah menjadi kekerasan di Swedia sebelumnya. Pada tahun 2020, pengunjuk rasa membakar mobil dan bagian depan toko dirusak dalam bentrokan di Malmö . Paludan - yang dipenjara selama satu bulan pada tahun 2020 karena pelanggaran termasuk rasisme di Denmark - juga telah berusaha merencanakan pembakaran Al Quran serupa di negara-negara Eropa lainnya, termasuk Prancis dan Belgia. @fen

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.