Hafidz Quran Dapat Jalur Khusus Masuk Sekolah Maung
Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026./visi.news/ist.
VISI.NEWS | BANDUNG - Penghafal Al Quran kini memperoleh ruang lebih besar dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk masuk Sekolah Manusia Unggul yang dikenal sebagai Sekolah Maung. Pemerintah membuka kesempatan melalui jalur prestasi nonakademik bagi calon peserta didik yang memiliki hafalan minimal tujuh hingga delapan juz.
Wakasek Humas SMAN 5 Bandung, Dadan Hamdani, menyebut hafalan Al Quran dalam seleksi tahun ini diposisikan setara dengan prestasi tingkat nasional pada kategori nonakademik.
"Kalau untuk hafalan Quran itu minimal tujuh atau delapan juz sudah setara dengan tingkat satu nasional nonakademik," ujar Dadan dikutip dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).
Kebijakan tersebut memperlihatkan arah baru dalam pola seleksi Sekolah Maung yang tidak hanya menitikberatkan kemampuan akademik, tetapi juga memberi ruang pada capaian karakter, disiplin, dan ketekunan peserta didik. Hafalan Al Quran dinilai bukan sekadar kemampuan religius, melainkan indikator konsistensi belajar dan daya ingat yang kuat.
Meski demikian, calon siswa tidak bisa hanya mengaku memiliki hafalan tertentu. Setiap pendaftar jalur tahfidz wajib melampirkan surat keterangan resmi dari lembaga yang dianggap kredibel. Validasi ini menjadi syarat penting agar proses seleksi tetap objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Iya, ada surat keterangannya dan yang memvalidasi harus lembaga yang kredibel," katanya.
Dalam pelaksanaan SPMB 2026, Sekolah Maung juga tidak lagi menggunakan jalur zonasi, afirmasi, maupun perpindahan orang tua. Seleksi dibagi ke dalam tiga jalur utama, yakni Potensi Akademik sebesar 10 persen, Prestasi Akademik 70 persen, dan Prestasi Nonakademik 20 persen.
Untuk jalur Potensi Akademik, calon siswa diwajibkan memiliki IQ minimal 130. Hasil tes tersebut harus diterbitkan lembaga psikologi yang terdaftar di Himpunan Psikologi Indonesia atau HIMPSI. Sementara jalur Prestasi Akademik mempertimbangkan nilai rapor, Tes Kompetensi Akademik atau TKA, serta capaian olimpiade tingkat provinsi hingga nasional.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!