Muhasabah dari Musibah
Manfaat Muhasabah
Berdasarkan penjelasan Imam Ghazali ini, introspeksi diri penting dilakukan oleh setiap orang. Ada setidaknya 3 manfaat dari muhasabah bagi seorang Muslim. Pertama, muhasabah dapat membantu untuk memperbaiki diri dan menjauhi perbuatan dosa. Hal ini karena muhasabah adalah proses introspeksi diri, di mana kita merenungkan dan mengevaluasi perbuatan, sikap, dan kebiasaan sendiri.
Lebih jauh lagi, muhasabah dapat dilakukan setiap hari, di awal dan di akhir hari. Di awal hari, kita dapat berjanji kepada diri sendiri untuk berpegang teguh pada kebenaran. Kita dapat menetapkan tujuan dan target yang ingin dicapai pada hari itu. Di akhir hari, kita dapat menuntut jiwa kita dan memperhitungkannya atas semua gerak-geriknya dan diamnya. Kita dapat meninjau kembali perbuatan kita selama hari itu, dan mengidentifikasi kesalahan atau kekurangan yang telah kita lakukan.
Hal ini selaras dengan hadits Nabi Muhammad saw, yang menganjurkan seorang Muslim untuk introspeksi, kemudian memperbaiki diri. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Hakim, disebutkan bahwa bahwa orang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin. Orang yang merugi adalah orang yang hari ini sama dengan hari kemarin.
Sementara orang yang celaka adalah orang yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin. Hal ini berarti bahwa orang tersebut justru mundur atau mengalami kemunduran dalam dirinya. Simak sabda Rasulullah berikut:
من كان يومه خيرا من امسه فهو رابح. ومن كان يومه مثل امسه فهو مغبون. ومن كان يومه شرا من امسه فهو ملعون.( رواه الحاكم)
Artinya: "Barangsiapa hari ini lebih baik dari kemarin, maka ia beruntung. Barangsiapa hari ini sama dengan kemarin, maka ia merugi. Barangsiapa hari ini lebih buruk dari kemarin, maka ia terlaknat". (HR. Al-Hakim).
Kedua, muhasabah akan menumbuhkan rasa tanggung jawab. Kita sadar akan kewajiban di hadapan Allah, sesama manusia, dan diri sendiri yang terikat akan aturan agama. Melalui muhasabah, manusia mengerti bahwa hidup ini bermakna dan kelak kembali kepada Allah. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah dalam Q.S al-Hasyr ayat 18;
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!