MOTIVASI | Kekuatan Feedback Positif
Membuat Umpan Balik Positif Menjadi Efektif
Saat mencoba menentukan batas antara umpan balik positif yang efektif dan tidak efektif, latihan akan menjadi sempurna. Berikut adalah beberapa tips kami untuk memastikan strategi umpan balik positif Anda berhasil.
Manfaatkan kekuatan karyawan Anda:
Daripada berfokus pada kelemahan, berikan penghargaan kepada karyawan atas kekuatan mereka dan manfaatkan kekuatan tersebut saat menugaskan pekerjaan lain. Dengan cara ini, umpan balik positif menjadi lebih organik, dan karyawan menjadi lebih termotivasi oleh kesuksesan mereka yang berkelanjutan.
Rasio 6:1: Jika satu masukan positif disertai dengan serangkaian komentar negatif, kemungkinan besar karyawan Anda tidak akan menerima masukan tersebut, dan malah merasa kehilangan semangat dan terbebani oleh komentar negatif tersebut. Jadi, pastikan hal positifnya keluar dari hal negatifnya.
Mendorong adanya umpan balik: Dialog tradisional yang bersifat satu arah dapat sangat melelahkan dan melemahkan motivasi. Dialog dua arah sering kali merupakan dialog yang paling kolaboratif dan efektif, dan dengan secara aktif mendengarkan dan meminta masukan, Anda juga akan mendapati karyawan merasa lebih dihargai dan siap menanggapi masukan dengan lebih serius.
Bagaimana Menyusun Umpan Balik
Salah satu tip untuk membuat umpan balik lebih efektif adalah dengan menggunakan model umpan balik. Contoh model yang dapat digunakan adalah model SBID: Situasi, Perilaku, Dampak, dan Penemuan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!