Morgan Stanley Borong Saham GOTO Rp541,9 Miliar
Logo perusahaan jasa keuangan Morgan Stanley./visi.news/reuters.
Sementara itu, JP Morgan sebelumnya masih menyematkan pandangan overweight untuk saham GOTO.
Mengutip riset yang disusun pada akhir Agustus 2026, tim analis JP Morgan menilai harga GOTO yang stagnan di level Rp50 per saham sejak 5 Mei 2026 tergolong undervalued.
JP Morgan juga menyoroti potensi pergerakan harga GOTO yang volatil setelah adanya rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) menghapus aturan saham gocap atau harga dasar Rp50 per saham.
Namun, rencana tersebut dinilai dapat menjadi sinyal positif bagi GOTO karena tekanan jual dari passive funds berpotensi mereda.
“Langkah tersebut akan memungkinkan ETF yang melacak indeks untuk melepas atau menyelesaikan posisi mereka, sehingga menghilangkan tekanan dari passive flows,” dikutip dari riset JP Morgan, Rabu (9/9/2026).
Riset tersebut disusun oleh tim analis yang terdiri dari Ranjan Sharma, Steven Suntoso, Sigrid Qiu, Alex Yao dan Benny Kurniawan.
“Pelaksanaan program buyback dan kejelasan yang lebih baik terkait regulasi merupakan katalis positif utama yang perlu diperhatikan dalam 6-12 bulan ke depan,” dikutip dari riset yang sama.
Kinerja GOTO Semester I 2026
Dari sisi kinerja keuangan, GOTO berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp607 miliar dan pendapatan bersih Rp10,99 triliun sepanjang semester I-2026.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!