Survei Parameter Politik Indonesia: 94,3 Persen Publik Setuju Harta Koruptor Disita Negara 9 Sep 2026 Morgan Stanley Borong Saham GOTO Rp541,9 Miliar 9 Sep 2026 20 Twibbon HAORNAS 2026 dan Cara Menggunakannya 9 Sep 2026 Cara Cek Penerima Bansos September 2026 Pakai NIK KTP 9 Sep 2026 Carlos Alcaraz Bantah Klaim Siap Juara US Open 2026 9 Sep 2026 Ruby Chairani Minta Data DTSEN Disinkronkan untuk Bantuan Pendidikan 9 Sep 2026 Minta Pembahasan Anggaran BMKG 2027 Ditunda, Mori Hanafi Usul Pembentukan Panja 9 Sep 2026 PSGC Resmi Launching Tim dan Jersey untuk Liga 2 2026/2027 9 Sep 2026 525 Bibit Bakau Ditanam, Pulau Pari Didorong Makin Lestari 9 Sep 2026 Jurnalisnya Hilang di Selat Sunda, Merdeka.com Terus Berkoordinasi dengan Basarnas 9 Sep 2026 Survei Parameter Politik Indonesia: 94,3 Persen Publik Setuju Harta Koruptor Disita Negara 9 Sep 2026 Morgan Stanley Borong Saham GOTO Rp541,9 Miliar 9 Sep 2026 20 Twibbon HAORNAS 2026 dan Cara Menggunakannya 9 Sep 2026 Cara Cek Penerima Bansos September 2026 Pakai NIK KTP 9 Sep 2026 Carlos Alcaraz Bantah Klaim Siap Juara US Open 2026 9 Sep 2026 Ruby Chairani Minta Data DTSEN Disinkronkan untuk Bantuan Pendidikan 9 Sep 2026 Minta Pembahasan Anggaran BMKG 2027 Ditunda, Mori Hanafi Usul Pembentukan Panja 9 Sep 2026 PSGC Resmi Launching Tim dan Jersey untuk Liga 2 2026/2027 9 Sep 2026 525 Bibit Bakau Ditanam, Pulau Pari Didorong Makin Lestari 9 Sep 2026 Jurnalisnya Hilang di Selat Sunda, Merdeka.com Terus Berkoordinasi dengan Basarnas 9 Sep 2026

Morgan Stanley Borong Saham GOTO Rp541,9 Miliar

Desi Rossilawati
Rabu, 9 September 2026 | 14:41 WIB
Bagikan
Morgan Stanley Borong Saham GOTO Rp541,9 Miliar

Logo perusahaan jasa keuangan Morgan Stanley./visi.news/reuters.

VISI.NEWS - Morgan Stanley & Co International Plc kembali memborong saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) setelah saham perseroan keluar dari indeks MSCI pada September 2026.

Morgan Stanley membeli sekitar 21,67 miliar saham GOTO dalam perdagangan 2 September 2026. Saat itu, saham GOTO dibeli dengan harga pelaksanaan Rp25 per saham.

Dengan transaksi tersebut, Morgan Stanley mengeluarkan dana sekitar Rp541,98 miliar untuk menambah kepemilikan saham GOTO pada awal September 2026.

Transaksi pembelian dilakukan melalui tiga tahapan. Pada transaksi pertama, Morgan Stanley membeli 12,57 miliar saham biasa GOTO.

Kemudian, transaksi kedua dan ketiga masing-masing dilakukan untuk 119,95 juta saham biasa dan 9,22 miliar saham biasa GOTO.

Setelah transaksi tersebut, Morgan Stanley kini menguasai 87,48 miliar saham GOTO atau setara dengan 7,59% dari saham beredar perusahaan teknologi tersebut.

Sudah Borong Saham GOTO Sejak Agustus

Aksi pembelian saham GOTO oleh Morgan Stanley sebelumnya juga dilakukan pada akhir Agustus 2026, sebelum rebalancing MSCI efektif.

Saat itu, Morgan Stanley membeli sekitar 3,8 miliar saham GOTO dengan harga Rp23 per saham. Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar Rp87,3 miliar.

Sementara itu, JP Morgan sebelumnya masih menyematkan pandangan overweight untuk saham GOTO.

Mengutip riset yang disusun pada akhir Agustus 2026, tim analis JP Morgan menilai harga GOTO yang stagnan di level Rp50 per saham sejak 5 Mei 2026 tergolong undervalued.

JP Morgan juga menyoroti potensi pergerakan harga GOTO yang volatil setelah adanya rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) menghapus aturan saham gocap atau harga dasar Rp50 per saham.

Namun, rencana tersebut dinilai dapat menjadi sinyal positif bagi GOTO karena tekanan jual dari passive funds berpotensi mereda.

“Langkah tersebut akan memungkinkan ETF yang melacak indeks untuk melepas atau menyelesaikan posisi mereka, sehingga menghilangkan tekanan dari passive flows,” dikutip dari riset JP Morgan, Rabu (9/9/2026).

Riset tersebut disusun oleh tim analis yang terdiri dari Ranjan Sharma, Steven Suntoso, Sigrid Qiu, Alex Yao dan Benny Kurniawan.

“Pelaksanaan program buyback dan kejelasan yang lebih baik terkait regulasi merupakan katalis positif utama yang perlu diperhatikan dalam 6-12 bulan ke depan,” dikutip dari riset yang sama.

Kinerja GOTO Semester I 2026

Dari sisi kinerja keuangan, GOTO berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp607 miliar dan pendapatan bersih Rp10,99 triliun sepanjang semester I-2026.

Pendapatan terbesar GOTO berasal dari jasa pengiriman sebesar Rp3,2 triliun atau tumbuh 16,5%.

Selanjutnya, pendapatan dari imbalan jasa mencapai Rp3,15 triliun atau meningkat 14,9%, sedangkan pendapatan pinjaman mencapai Rp2,71 triliun atau tumbuh 65%.

GOTO juga mencatatkan pendapatan dari e-commerce service fee PT Tokopedia sebesar Rp551 miliar atau tumbuh 32,3%.

Sementara itu, pendapatan iklan mencapai Rp254 miliar atau meningkat 8%. Pendapatan lain-lain tercatat Rp1,13 triliun atau melesat 46,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tantangan GOTO Setelah Keluar dari Indeks MSCI

Mengutip Bloomberg News, keluarnya GOTO dari indeks-indeks MSCI menjadi pukulan terbaru bagi perusahaan setelah bertahun-tahun mengalami kerugian besar akibat persaingan dengan perusahaan bermodal kuat seperti Grab Holdings Ltd.

Serangkaian restrukturisasi dan pergantian kepemimpinan telah membantu GOTO membukukan laba kuartalan untuk kedua kalinya secara berturut-turut.

GOTO yang didukung Alibaba Group Holding Ltd. pernah menjadi salah satu perusahaan paling bernilai di Indonesia. Kapitalisasi pasar perseroan sempat menembus US$32 miliar tidak lama setelah pencatatan sahamnya di Indonesia pada April 2022.

Namun, optimisme terhadap prospek pertumbuhan perusahaan tidak bertahan lama. Kekhawatiran mengenai jalur GOTO menuju profitabilitas dan disiplin keuangan turut meredam antusiasme investor.

Berbagai upaya untuk meningkatkan aktivitas perdagangan dan mencegah penghapusan GOTO dari indeks, termasuk dorongan MSCI agar bursa Indonesia menghapus batas bawah harga saham (price floor), sejauh ini belum membuahkan hasil, menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut. Mereka meminta untuk tidak disebutkan namanya karena alasan kerahasiaan.

Hans Patuwo, yang menjadi CEO GOTO pada akhir tahun lalu setelah adanya dorongan dari sejumlah pemegang saham besar untuk menyingkirkan pendahulunya, telah berjanji untuk membalikkan kondisi perusahaan.

GOTO juga mempertimbangkan reverse stock split sebagai salah satu cara untuk meningkatkan harga saham. Langkah tersebut dipertimbangkan setelah perseroan mengumumkan rencana buyback saham hingga Rp3,5 triliun atau US$196 juta serta rencana untuk membatalkan saham treasuri.

“Kami ingin memastikan kondisi makroekonomi sudah tepat sehingga ketika kami menggunakan dana tersebut, dampak yang dihasilkan sesuai dengan yang kami harapkan,” katanya.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.