Menteri Nusron Dorong Reformasi Layanan Pertanahan di Jawa Timur

Desi Rossilawati Abdul Ghofur
Rabu, 22 Juli 2026 | 09:47 WIB
Bagikan
Menteri Nusron Dorong Reformasi Layanan Pertanahan di Jawa Timur

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid./visi.news/ist.

VISI.NEWS – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menginstruksikan seluruh jajaran Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur dan Kantor Pertanahan se-Jawa Timur untuk mempercepat transformasi organisasi dan pelayanan publik guna menghadirkan layanan pertanahan yang lebih profesional, transparan, dan berpihak kepada masyarakat.

Arahan tersebut disampaikan saat rapat bersama jajaran BPN di Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur, Sabtu (18/7/2026). Nusron menegaskan bahwa perubahan yang dilakukan tidak hanya menyangkut sistem kerja, tetapi juga perubahan budaya pelayanan dengan menjadikan masyarakat sebagai fokus utama.

Menurutnya, transformasi pelayanan harus didukung oleh tiga unsur penting, yakni pembenahan organisasi, penyempurnaan tata laksana melalui standar operasional prosedur (SOP), serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Ketiga aspek tersebut harus berjalan beriringan agar pelayanan pertanahan semakin efektif dan memiliki kepastian waktu.

Sebagai bagian dari reformasi organisasi, Kementerian ATR/BPN akan mengubah pola kerja di Kantor Pertanahan dari pendekatan berbasis bidang menjadi berbasis kewilayahan. Dengan sistem tersebut, setiap kepala seksi diharapkan memahami seluruh persoalan pertanahan di wilayah tanggung jawabnya sehingga penyelesaian layanan menjadi lebih cepat dan terintegrasi.

Di bidang pelayanan, Kementerian ATR/BPN akan menerapkan mekanisme first in, first out, yaitu setiap berkas diproses sesuai urutan penerimaan. Selain itu, sistem Pengukuran Terjadwal mulai diterapkan untuk memberikan kepastian waktu penyelesaian kepada masyarakat, termasuk target layanan peralihan hak yang diselesaikan paling lambat 10 hari kerja.

Nusron juga menekankan pentingnya penerapan prinsip kepastian hukum dan transparansi melalui konsep fiktif positif, sehingga seluruh proses pelayanan memiliki parameter yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain pembenahan sistem, penguatan integritas aparatur menjadi perhatian utama. Seluruh pegawai akan mengikuti pelatihan manajemen risiko, sementara para Kepala Kantor diminta memastikan seluruh pelayanan berjalan sesuai ketentuan dan menghindari praktik yang berpotensi menimbulkan pelanggaran hukum.

Menutup arahannya, Menteri Nusron mengajak seluruh jajaran ATR/BPN untuk mengedepankan pelayanan yang humanis. Ia menegaskan bahwa masyarakat harus mendapatkan penjelasan yang jujur, santun, dan jelas dalam setiap proses pelayanan, sehingga kepercayaan publik terhadap institusi semakin meningkat.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kanwil BPN Provinsi Jawa Timur, Muhammad Naim, memaparkan perkembangan pelaksanaan program dan capaian kinerja BPN Jawa Timur. Turut mendampingi Menteri ATR/Kepala BPN dalam kegiatan tersebut, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Achmad serta Kepala Biro Organisasi, Tata Laksana, dan Manajemen Risiko Einstein Al Makarima.

Tags:

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.