Menko Pratikno Ungkap Beratnya Beban Hidup Perempuan di Balik Kasus Bunuh Diri Kiangroke

Desi Rossilawati
Senin, 8 September 2025 | 12:13 WIB
Bagikan
Menko Pratikno Ungkap Beratnya Beban Hidup Perempuan di Balik Kasus Bunuh Diri Kiangroke

VISI.NEWS | JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyoroti kasus dugaan bunuh diri seorang ibu bersama dua anaknya di Kampung Cae, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Jumat (5/9/2025).

Ketiga korban diketahui berinisial EN (34), seorang perempuan, serta dua anak laki-lakinya, AA (9) dan AAP (11).

Menurutnya, peristiwa ini menunjukkan beratnya beban hidup yang ditanggung masyarakat, khususnya perempuan, di tengah tekanan ekonomi dan minimnya dukungan psikososial di masyarakat.

"Kisah ini menggambarkan betapa berat beban yang harus dipikul oleh keluarga, terutama perempuan, ketika tekanan ekonomi, konflik rumah tangga, dan minimnya dukungan psikososial yang bertemu dalam satu titik bersamaan," kata Pratikno dikutip dalam keterangannya, Senin (8/9/2025).

Sebagai upaya tindak lanjut, tim Kemenko PMK telah berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah untuk memastikan layanan konseling dan perlindungan segera tersedia bagi keluarga korban.

"Kasus ini menjadi pengingat bahwa sistem perlindungan kita harus lebih peka, lebih cepat mendeteksi, dan lebih kuat hadir untuk melindungi," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah juga terus memperkuat sistem deteksi dini, intervensi, serta akses layanan konseling dan perlindungan keluarga.

"Pemerintah bersama KPPPA, Kemenkes, BPJS, serta pemerintah daerah terus memperkuat sistem deteksi dini, intervensi dini dan akses layanan konseling, dan perlindungan keluarga," kata Pratikno.

"Kami terus bekerja keras untuk melindungi kelompok rentan, termasuk rentan ekonomi. Kejadian tragis ini semakin menggerakkan kami di pemerintah untuk kerja lebih keras lagi," tambahnya.

Pratikno menegaskan bahwa peristiwa ini bukan hanya duka bagi keluarga korban, tetapi juga luka kolektif bangsa.

"Saya menyampaikan belasungkawa yang sangat mendalam atas peristiwa sangat memprihatinkan di desa Kiangroke, Kabupaten Bandung ini," ucapnya.

Ia mengatakan telah mengutus pejabat eselon I beserta staf Kemenko PMK untuk takziah ke rumah duka sekaligus menindaklanjuti kebutuhan mendesak keluarga korban.

"Saya telah perintahkan satu eselon 1 Kemenko PMK dan staf untuk takziah ke rumah duka dan sekaligus menindaklanjuti apa yang harus dilakukan sangat segera untuk keluarga," ujarnya.

"Kehilangan seorang ibu bersama kedua anaknya adalah bukan hanya luka keluarga, tetapi luka kolektif kita semua, luka Indonesia," tegasnya. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.