Menko Perekonomian Hadiri "Yaqowiyu" dan "Srawungan Sanak Mangkunegaran"
Dalam kondisi perekonomian itu, kata Erlangga Hartarto, pemerintah berupaya menjaga tingkat inflasi pangan maksimal 5 persen. Dampak kenaikan harga BBM, diperkirakan akan menaikkan inflasi 1,5 persen.
"Sekarang ini masih banyak APBD di daerah yang belum dibelanjakan dan banyak daerah mengalami deflasi. APBD supaya cepat digunakan. Bank Indonesia juga sudah menaikkan suku. Meskipun demikian, tugas Bank Indonesia adalah menjaga supply and demand, khususnya supply side bekerja sama dengan pemerintah daerah. Sehingga penggunaan APBD diharapkan dapat menjadikan inflasi menjadi deflasi," jelasnya.
Menyinggung Kota Solo yang memiliki dua keraton, yakni Pura Mangkunegaran dan Keraton Surakarta, Erlangga Hartarto, menyebut Kota Solo mempunyai "twin engine" untuk menggerakkan perekonomian melalui pariwisata.
Saat ini kondisi Pura Mangkunegaran sudah mengalami perkembangan pesat. Namun Keraton Surakarta masih memerlukan perhatian untuk membenahi berbagai potensi wisata.
"Saya titip Mas Wali Kota sesekali berkunjung ke keraton. Melihat potensi yang perlu dibenahi untuk mengembangkan pariwisata," sambungnya.
Lilik Priarso, Pengageng Wadana Satrio Pura Mangkunegaran, yang bertugas mengurusi para kerabat istana, mengungkapkan, Erlangga Hartarto selain merupakan trah Mangkunegaran keturunan KGPAA Mangkunegoro I, juga merupakan keturunan Ki Ageng Gribig.
"Kita bangga punya budaya yang beragam di Nusantara. Banyak orang mengurus kekerabatan di Pura Mangkunegaran. Itu merupakan kesadaran untuk pelestarian budaya," tuturnya. @tok
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!