Menko Perekonomian Hadiri "Yaqowiyu" dan "Srawungan Sanak Mangkunegaran"
VISI.NEWS | SOLO - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Erlangga Hartarto, yang masih berdarah ningrat keturunan Pangeran Sambernyawa yang bertahta di Pura Mangkunegaran dengan gelar KGPAA Mangkunegoro I, pada Jumat (16/9/2022), melakukan kegiatan tradisi "Srawungan Sanak Mangkunegaran".
Sebelum bersilaturahmi dengan kerabat Mangkunegaran di rumah bekas kediaman Pangeran Kusumoyudo yang kini menjadi Hotel Kusuma Sahid Prince, Erlangga Hartarto bersama rombongan, di antaranya anggota DPR dari fraksi Partai Golkar dan sejumlah politisi Golkar, mengikuti upacara tradisi "Apem Saparan Yaqowiyu", di Desa Jatinom Klaten.
Di upacara "Yaqowiyu" yang digelar setiap tahun pada bulan Safar menurut kalender Jawa, Erlangga Hartarto ikut menebar ribuan kue apem, yang merupakan tradisi warisan tokoh ulama Ki Ageng Gribig. Kue apem yang ditebar para tokoh masyarakat dari atas panggung dengan meneriakkan
"Yaqowiyu....Yaqowiyu", diperebutkan ribuan pengunjung perayaan Saparan yang datang dari berbagai penjuru.
Kue apem untuk perayaan Saparan Yaqowiyu, dibuat warga Jatinom dan dikumpulkan di masjid peninggalan Ki Ageng Gribig. Penebaran kue apem dilaksanakan seusai salat Jumat pada bulan Safar.
Menanggapi banyaknya pedagang yang memanfaatkan perayaan "Apem Saparan Yaqowiyu" yang sampai luber ke kawasan penebaran apem, Erlangga menyatakan, tradisi warisan Ki Ageng Gribig ternyata memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Tradisi perayaan Saparan yang ditinggalkan Ki Ageng Gribig, menjadikan ekonomi kerakyatan berkembang. Bantuan langsung tunai dari pemerintah, bisa menjadi tambahan modal bagi banyak warga yang berjualan macam-macam acara Yaqowiyu," kata Erlangga.
Ketika berbicara di Srawungan Sanak Mangkunegaran, Jumat petang, Menko Perekonomian yang didampingi Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, membeberkan secara singkat kondisi perekonomian nasional dan latar belakang kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM.
Dalam kondisi perekonomian itu, kata Erlangga Hartarto, pemerintah berupaya menjaga tingkat inflasi pangan maksimal 5 persen. Dampak kenaikan harga BBM, diperkirakan akan menaikkan inflasi 1,5 persen.
"Sekarang ini masih banyak APBD di daerah yang belum dibelanjakan dan banyak daerah mengalami deflasi. APBD supaya cepat digunakan. Bank Indonesia juga sudah menaikkan suku. Meskipun demikian, tugas Bank Indonesia adalah menjaga supply and demand, khususnya supply side bekerja sama dengan pemerintah daerah. Sehingga penggunaan APBD diharapkan dapat menjadikan inflasi menjadi deflasi," jelasnya.
Menyinggung Kota Solo yang memiliki dua keraton, yakni Pura Mangkunegaran dan Keraton Surakarta, Erlangga Hartarto, menyebut Kota Solo mempunyai "twin engine" untuk menggerakkan perekonomian melalui pariwisata.
Saat ini kondisi Pura Mangkunegaran sudah mengalami perkembangan pesat. Namun Keraton Surakarta masih memerlukan perhatian untuk membenahi berbagai potensi wisata.
"Saya titip Mas Wali Kota sesekali berkunjung ke keraton. Melihat potensi yang perlu dibenahi untuk mengembangkan pariwisata," sambungnya.
Lilik Priarso, Pengageng Wadana Satrio Pura Mangkunegaran, yang bertugas mengurusi para kerabat istana, mengungkapkan, Erlangga Hartarto selain merupakan trah Mangkunegaran keturunan KGPAA Mangkunegoro I, juga merupakan keturunan Ki Ageng Gribig.
"Kita bangga punya budaya yang beragam di Nusantara. Banyak orang mengurus kekerabatan di Pura Mangkunegaran. Itu merupakan kesadaran untuk pelestarian budaya," tuturnya. @tok
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!