Menjelajah Cirebon, Ini 16 Kuliner Khas yang Wajib Dicoba

Desi Rossilawati
Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:14 WIB
Bagikan
/

VISI.NEWS - Cirebon tidak hanya dikenal sebagai daerah yang memiliki banyak tempat bersejarah, tetapi juga menyimpan beragam kuliner khas yang menarik untuk dicoba. Pilihannya beragam, mulai dari nasi, mi, olahan tahu, makanan berkuah, hingga minuman tradisional yang menyegarkan.

Beragam kuliner tersebut dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang berkunjung ke Cirebon. Berikut 16 kuliner khas Cirebon yang dapat dicoba saat liburan.

1. Nasi Jamblang

Nasi Jamblang merupakan salah satu kuliner khas Cirebon yang identik dengan penyajiannya menggunakan daun jamblang. Penggunaan daun tersebut memberikan aroma khas sehingga nasi terasa lebih gurih dan sedap.

Nasi Jamblang biasanya disajikan bersama beragam lauk, seperti sambal, sayur tahu, pepes, telur, tempe goreng, dan berbagai pilihan lainnya.

Secara historis, Nasi Jamblang menjadi makanan para kuli yang membangun Pabrik Gula di Gempol, Kabupaten Cirebon. Sebelum bekerja, para kuli menyantap nasi yang dibungkus menggunakan daun jati.

Wisatawan dapat menemukan Nasi Jamblang di sejumlah tempat, di antaranya Nasi Jamblang Ibu Nur di Kejaksan dan Nasi Mba Yati di Jalan Ciremai Raya, Kota Cirebon.

2. Empal Gentong

Empal Gentong menjadi salah satu kuliner khas Cirebon yang menggunakan daging atau jeroan sapi dengan cita rasa rempah yang gurih dan segar.

Bahan yang digunakan antara lain jahe, lengkuas, kunyit, garam, bawang merah, bawang putih, dan santan. Seluruh bahan kemudian dimasak di dalam gentong berbahan tanah liat menggunakan kayu bakar. Cara memasak tersebut menjadi salah satu ciri khas Empal Gentong.

Beberapa tempat yang menjual Empal Gentong di Cirebon antara lain Empal Gentong H Apud di Plered, Empal Gentong Mang Edi di Jalan Pramuka, dan Empal Gentong Krucuk di Jalan Krucuk, Kota Cirebon.

3. Mi Koclok

Mi Koclok menawarkan cita rasa yang berbeda dari Mi Yamin. Kuliner khas Cirebon ini memiliki kuah putih kental yang dibuat dari santan, tepung beras, dan rempah-rempah.

Dalam proses pembuatannya, mi direbus sambil dikocok menggunakan wadah berbentuk gelas berlubang. Setelah matang, mi dan tauge dimasukkan ke dalam wadah, kemudian diberi kuah kental, daging ayam, telur rebus, seledri, bawang goreng, dan kerupuk.

Kuah santan membuat Mi Koclok memiliki rasa gurih dan sedikit asin. Beberapa penjual Mi Koclok yang cukup dikenal di Cirebon adalah Mi Koclok Pak Edi di Jalan Lawanggada, Mie Koclok Mang Udin di Jalan Kanggraksan, dan Mie Koclok Jalan Panjunan.

4. Tahu Gejrot

Tahu Gejrot merupakan salah satu kuliner khas Cirebon yang dikenal dengan perpaduan rasa pedas dan manis.

Tahu terlebih dahulu dipotong-potong dan diletakkan di atas piring kecil berbahan kayu. Selanjutnya, tahu diberi cabai rawit, cabai merah, bawang merah, dan garam, kemudian disiram menggunakan kuah gula merah.

Kuah tersebut meresap ke dalam tahu sehingga menghasilkan perpaduan rasa pedas dan manis. Harga Tahu Gejrot berkisar Rp15.000 hingga Rp20.000 per porsi.

5. Nasi Lengko

Nasi Lengko merupakan kuliner khas Cirebon yang memadukan nasi dengan potongan tempe, tahu, tauge, kucai, timun, bawang goreng, bumbu kacang, kerupuk, dan kecap.

Perpaduan nasi, sayuran, sambal kacang, dan kecap menghasilkan cita rasa gurih dan manis.

Beberapa tempat yang menjual Nasi Lengko di Cirebon antara lain Nasi Lengko Mas Barno di Jalan Pangongan, Nasi Lengko Ibu Tino di Jalan Nyimas Gandasari, depan Stasiun Kereta Api, Kejaksan Cirebon, serta Nasi Lengko Abah Jojo di Jalan Pramuka, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

6. Docang

Docang merupakan makanan khas Cirebon yang telah ada selama ratusan tahun. Kuliner ini menggunakan bahan seperti daun singkong, sayuran, parutan kelapa, kucai, kerupuk, dan lontong.

Bahan-bahan tersebut disajikan dalam mangkuk, kemudian disiram menggunakan kuah dage panas berwarna cokelat. Perpaduan kuah dage dengan kerupuk udang dan parutan kelapa menghasilkan cita rasa gurih.

Penikmat makanan pedas dapat menambahkan sambal. Beberapa tempat yang menjual Docang di Cirebon antara lain Docang Mang Ade di Kedawung, Docang Paling Lawas Pasar Perumnas, dan Docang Ibu Wiwi di Jalan Kesambi Raya, Kota Cirebon.

7. Rujak Gamel

Rujak Gamel merupakan salah satu kuliner pedas khas Cirebon yang berasal dari Desa Gamel, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon.

Kuliner ini menggunakan kangkung, mi, sohun, timun, kol, gorengan, dan aci berbentuk kotak. Bahan-bahan tersebut kemudian disiram dengan sambal asam dan kuah pindang.

Rujak Gamel memiliki perpaduan rasa pedas dan manis dengan sedikit rasa asin dari kuah pindang. Harganya sekitar Rp10.000 per porsi.

Beberapa penjual Rujak Gamel di Cirebon antara lain Rujak Gamel Ibu Kuwati di Desa Sarabau, Rujak Gamel Ibu Nani di Pamengkang, dan Rujak Gamel Dapur Ramadan di Jalan Muhammed Toha, Kota Cirebon.

8. Mi Yamin

Mi Yamin menawarkan cita rasa kenyal dan manis yang khas. Kuliner ini juga cukup mudah ditemukan di berbagai wilayah Cirebon.

Dalam proses pembuatannya, mi dimasak menggunakan kompor berbahan bakar kayu. Setelah matang, mi dimasukkan ke dalam mangkuk yang telah berisi bumbu dan kecap.

Mi kemudian dilengkapi topping berupa sayuran serta cacahan yang terbuat dari daging, tepung, kentang, dan telur yang telah dihancurkan. Kuah disajikan secara terpisah dengan isian siomai, bakso, dan tahu.

Beberapa penjual Mi Yamin di Cirebon antara lain Mi Yamin Mas Bewok di Jalan Kebon Cai Pekalangan, Mi Yamin Mang Doyok di Jalan Bahagia, Mi Yamin Peyot di Jalan Pekalipan, dan Mi Yamin Talang di Pasar Talang.

9. Tahu Petis

Tahu Petis menjadi olahan tahu khas Cirebon lainnya. Berbeda dengan Tahu Gejrot, kuliner ini menggunakan sambal berwarna hitam yang terbuat dari terasi udang ebi dan cabai.

Tahu berbentuk segitiga disajikan dengan sedikit garam dan dinikmati bersama sambal petis berwarna hitam yang memiliki tekstur kenyal.

Perpaduan tahu yang gurih dengan sambal petis menghasilkan cita rasa yang khas. Harga Tahu Petis sekitar Rp7.000 per porsi.

Salah satu penjual Tahu Petis yang cukup dikenal di Cirebon adalah Tahu Petis 99 Cirebon milik Kariri di Jalan Cipto Mangunkusumo, Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.

10. Gado-Gado

Cirebon memiliki dua jenis gado-gado, yakni gado-gado uleg dan gado-gado ayam.

Gado-gado ayam menggunakan kaldu ayam, bawang goreng, kerupuk udang, emping, telur rebus, kacang panjang, kol, dan tauge. Sajian tersebut kemudian diberi guyuran sambal kacang.

Gado-gado ayam memiliki cita rasa manis dan gurih, sementara tambahan sambal memberikan rasa pedas dan manis. Adapun gado-gado uleg tidak menggunakan kuah karena sambal kacang langsung dicampurkan menggunakan uleg atau cobek.

Beberapa penjual gado-gado di Cirebon antara lain Gado-gado Ibu Ipeh Kasepuhan, Gado-gado Ayam Pak Adi Jalan Ciremai Raya, Gado-gado Uleg Nurudin, dan Gado-gado Uleg Alam Demang di Jalan Pekalangan, Kota Cirebon.

11. Kue Tapel

Kue Tapel memiliki perpaduan rasa manis dan gurih. Bahan yang digunakan terdiri atas tepung beras, parutan kelapa, ketan, gula merah, dan potongan pisang.

Dalam proses pembuatannya, Kue Tapel tidak menggunakan minyak atau mentega. Pembuat menggunakan Akar Stella dan memasaknya dengan kayu bakar.

Salah satu penjual Kue Tapel yang dikenal legendaris adalah Kue Tapel Ibu Lena. Usaha tersebut telah bertahan selama enam generasi.

Kue Tapel Ibu Lena berada di Jalan Pagongan, Pekalangan, Kota Cirebon, dengan harga sekitar Rp7.500 per porsi.

12. Es Cuwing

Es Cuwing merupakan salah satu minuman khas Cirebon yang dapat menjadi pilihan saat cuaca panas. Minuman ini menggunakan daun cuwing, es serut, bubur lemu, gula merah, santan, daun pandan, dan parutan kelapa.

Perpaduan santan, parutan kelapa, es serut, dan cuwing menghasilkan cita rasa segar dan manis. Gula merah cair kemudian menambah rasa pada minuman tersebut.

Salah satu penjual Es Cuwing yang cukup dikenal adalah Es Cuwing Mang Manan di Jalan Kesambi Raya, Kota Cirebon. Harga minuman tersebut sekitar Rp5.000.

13. Es Tape Bakung

Es Tape Bakung merupakan minuman tradisional khas Cirebon yang memiliki warna hijau. Minuman ini menggunakan tapai ketan yang difermentasi, kemudian dicampur dengan es batu dan daun katuk sebagai pewarna alami.

Es Tape Ketan memiliki rasa manis dan segar dengan tekstur ketan yang lembut.

Di Kota Cirebon terdapat sejumlah penjual Es Tape Ketan, yakni Es Tape Bakung Mang Mur di Jalan Kartini dan Es Tape Bakung Mang Hendrik di Jalan Slamet Riyadi. Sementara Es Tape Bakung Saryati berada di Jalan Sunan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.

Es Tape Bakung sendiri berasal dari Desa Bakung, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon.

14. Es Serut Gula Jawa

Es Serut Gula Jawa menjadi salah satu minuman tradisional khas Cirebon yang telah dijual oleh sejumlah pedagang selama puluhan tahun.

Beberapa penjualnya antara lain Es Serut Gula Jawa Mang Toha di Jalan Kesambi Raya, Es Serut Gula Jawa Tabroni di Pasar Jagasatru, dan Es Serut Gula Jawa Ibu Juju di Jalan Ciremai Raya.

Minuman tersebut dibuat tanpa bahan pengawet. Proses pembuatannya dimulai dengan membuat es serut, kemudian menambahkan gula merah, santan, cendol, dan tapai.

Harga satu gelas Es Serut Gula Jawa berkisar Rp2.000 hingga Rp5.000.

15. Susu Lawanggada

Susu Lawanggada merupakan minuman olahan susu yang telah hadir sejak 1960. Usaha tersebut berada di sebuah ruko di Jalan Lawanggada, Kota Cirebon.

Beragam varian tersedia, mulai dari susu sapi murni, susu kefir, susu kambing, hingga susu kefir. Pilihan rasanya antara lain stroberi, vanila, dan cokelat.

Salah satu ciri khas Susu Lawanggada adalah penggunaan botol soda era 1970-an. Harganya berkisar Rp7.000 hingga Rp13.000.

16. Es Puter Durian Pak Roni

Es Puter Durian Pak Roni telah hadir selama lebih dari 30 tahun dan menjadi salah satu kuliner legendaris di Cirebon.

Es puter tersebut menggunakan rasa durian asli dan disajikan sebagai hidangan yang menyegarkan. Harga Es Puter Durian Pak Roni mencapai Rp10.000 per porsi.

Penjual buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 18.00 WIB. Lokasinya berada di Jalan Cipto Mangunkusumo, Cirebon.

Beragam makanan dan minuman tersebut menunjukkan kekayaan kuliner Cirebon yang dapat menjadi bagian dari perjalanan wisata. Pilihannya mencakup makanan berat seperti Nasi Jamblang dan Empal Gentong, makanan ringan seperti Tahu Gejrot dan Kue Tapel, hingga berbagai minuman tradisional seperti Es Cuwing dan Es Serut Gula Jawa.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.