Mengungkap Macam-Macam Puasa Sunnah dan Keutamaannya dalam Islam
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 25 Agustus 2025 | 23:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Menjalankan puasa di luar bulan Ramadan merupakan salah satu amalan sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW. Para ulama menjelaskan, puasa sunnah tidak hanya memberi manfaat spiritual, tetapi juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ulama fikih Wahbah az-Zuhaili mendefinisikan puasa sebagai upaya menahan diri dari hal-hal yang membatalkan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Puasa juga menjadi salah satu rukun Islam sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim.
Selain Ramadan, terdapat sejumlah puasa sunnah yang dikerjakan Rasulullah SAW dan dianjurkan bagi umatnya. Di antaranya puasa enam hari Syawal, puasa Arafah dan 10 hari pertama Zulhijah, puasa Asyura pada bulan Muharam, serta puasa rutin di bulan Syakban. Nabi SAW juga menganjurkan puasa Senin-Kamis, puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13–15 setiap bulan Hijriyah), hingga puasa Daud yang dilakukan selang sehari.
Keutamaan puasa sunnah pun sangat besar. Dalam sebuah hadis sahih, Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang berpuasa sehari di jalan Allah akan dijauhkan dari api neraka sejauh 70 musim gugur.
Puasa sunnah menjadi amalan yang tidak hanya meneladani Rasulullah SAW, tetapi juga sarana memperkuat iman, menahan hawa nafsu, serta memperbanyak pahala di sisi Allah SWT.
@ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!