Menag Inginkan Pesantren Jadi Pilar Transformasi Pendidikan Masa Depan
Menag mengajak para Kiyai dan ulama yang mengikuti konferensi untuk menciptakan manusia insan kamil melalui pesantren. Banyak contoh para ulama yang telah jadi orang besar tanpa meninggalkan agamanya, seperti ibnu rusyd, ibnu taimiya, al khawariji, dan ilmuan lainnya.
"Saya meminta bimbingan dari para kiyai di sini agar kita pemerintah bisa meciptakan-mencipatakan insan kamil seperti para ilmuan tersebut, kualitas pendidikan seperti itulah yang harus kita miliki untuk masa depan," ujarnya.
Senada dengan Menag, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menyampaikan bahwa dalam 10 tahun terakhir, dunia mengalami perubahan yang sangat drastis akibat revolusi teknologi dan informasi. Menurutnya, pesantren harus mampu menjadi pemimpin dalam menghadapi perubahan global ini.
“Setiap zaman membawa tantangan dan pesantren selalu berhasil melewatinya. Namun kini, kita perlu evaluasi total agar pesantren tak hanya mengikuti, tetapi juga memimpin perubahan,” tegas Cak Imin.
Ia mengingatkan bahwa saat ini dakwah dan penyebaran nilai-nilai agama sudah sangat bergantung pada algoritma media sosial. “Kita harus adaptif terhadap perkembangan zaman. Namun, ekspektasi terhadap pesantren sering kali terlalu tinggi dibandingkan kemampuan riil yang ada. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” tambahnya. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!