BMKG: Cuaca Bandung Hari Ini Didominasi Berawan, Suhu Berkisar 16-28 Derajat Celsius 12 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 BMKG: Cuaca Bandung Hari Ini Didominasi Berawan, Suhu Berkisar 16-28 Derajat Celsius 12 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026

Mei 2026 Hadirkan Dua Fenomena Bulan Purnama Langka

Desi Rossilawati
Rabu, 6 Mei 2026 | 21:11 WIB
Bagikan
Mei 2026 Hadirkan Dua Fenomena Bulan Purnama Langka

Ilustrasi./visi.news/ai.

VISI.NEWS | BANDUNG - Langit malam pada Mei 2026 menghadirkan fenomena astronomi yang jarang terjadi, yakni munculnya dua kali Bulan Purnama dalam satu bulan kalender. Fenomena ini menjadi perhatian karena purnama kedua atau Blue Moon hanya terjadi setiap dua hingga tiga tahun sekali.

Purnama pertama telah berlangsung pada 2 Mei 2026 dan dikenal dengan sebutan Flower Moon. Nama tersebut berasal dari tradisi suku asli Amerika yang mengaitkan fase Bulan itu dengan musim mekarnya bunga liar.

Selain menjadi Flower Moon, purnama pertama Mei tahun ini juga termasuk kategori micro moon. Kondisi itu terjadi karena posisi Bulan berada di titik terjauh dari Bumi dalam orbitnya, sekitar 402.003 kilometer. Akibatnya, ukuran Bulan tampak sedikit lebih kecil dan redup dibanding purnama biasa.

Fenomena berikutnya akan terjadi pada malam 30 hingga 31 Mei 2026 ketika Blue Moon mencapai puncaknya pada 31 Mei pukul 15.45 WIB. Meski disebut Blue Moon, Bulan tidak akan berubah warna menjadi biru.

Istilah tersebut hanya merujuk pada kejadian dua kali Bulan Purnama dalam satu bulan kalender. Fenomena ini muncul karena siklus fase Bulan berlangsung sekitar 29,5 hari, lebih pendek dibanding sebagian besar jumlah hari dalam kalender masehi.

Blue Moon kali ini juga disebut sebagai micro moon paling jauh sepanjang 2026 dan diperkirakan tampak sekitar 7 persen lebih kecil dari ukuran rata rata purnama.

Fenomena langka ini sekaligus mengingatkan bagaimana pergerakan orbit Bulan masih menjadi daya tarik astronomi yang bisa diamati langsung masyarakat. Pengamat disarankan mencari lokasi minim polusi cahaya dan mengamati langit timur setelah Matahari terbenam untuk mendapatkan pemandangan terbaik. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.