Maulid Nabi saw 2025 Berapa Hijriah? Ini Tanggal dan Sejarahnya
Tradisi Maulid kemudian berkembang pesat pada masa Sultan Al-Muzhaffar Abu Sa‘id Kukburi, penguasa Irbil di Irak pada abad ke-12 M (sekitar tahun 1207 M). Sultan Al-Muzhaffar Abu Sa’id Kukburi dikenal sebagai sosok yang mencintai Nabi dan mengadakan Maulid dengan sangat besar, melibatkan ulama, qari’, penyair, dan masyarakat luas.
Seiring waktu, peringatan Maulid menjadi bagian penting dalam budaya umat Islam, khususnya di Nusantara. Di Indonesia, tradisi ini berakar sejak masuknya Islam pada abad ke-15, dengan berbagai bentuk kearifan lokal seperti Sekaten di Yogyakarta dan Surakarta, Shalawatan di pesantren, hingga kenduri atau perayaan adat di kampung-kampung.