Masukan untuk KPU agar Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Gunakan Kearifan Lokal
VISI.NEWS | MANADO - Peningkatan kapasitas satuan kerja KPU se-Indonesia yang menangani sosialisasi, pendidikan pemilih, dan partisipasi masyarakat di wilayahnya masing-masing melatarbelakangi digelarnya Diskusi Panel pada Rapat Koordinasi Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat Tahun 2022 yang berlangsung di Manado, Jumat (16/09/2022).
Diskusi panel ini menghadirkan narasumber News Anchor iNews, Anisha Dasuki, Pimpinan Redaksi IDN Times, Uni Lubis, Senior Analis Drone Emprit, Yan Kurniawan, dan Executive Producer Kompas TV sekaligus Dosen di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Abie Besman
Anisha menyampaikan bahwa KPU perlu mengenali lawan bicaranya dengan memetakan audiensnya, strata sosialnya, tingkat pendidikannya, lingkungan pendengarnya sebelum melakukan sosialisasi program-program KPU, agar pesan yang ingin disampaikan saling berkaitan dengan kehidupan mereka.
Menurut Anisha, jajaran KPU di seluruh Indonesia dapat melakukan sosialisasi menyesuaikan dengan kearifan lokalnya agar pesan yang ingin disampaikan dapat sampai di benak setiap warga di wilayahnya.
"Jangan menggunakan bahasa ketinggian nanti takutnya nggak ngerti, perbaiki intonasi dan artikulasi. Jadi pembicara efektif dengan ringkas, padat, dan percaya diri," kata Anisha.
Narasumber lainnya, Pimpinan Redaksi IDN Times Uni Lubis memaparkan materi terkait aspirasi millenial dan gen Z di Pemilu 2024 yang telah disurvei oleh IDN Research.
Hasil survei IDN terhadap 1000 sample yang tersebar dalam 12 kota di Indonesia dengan metode wawancara, menemukan bahwa generasi milenial 47% dan generasi Z 71% mengikuti Pemilu Tahun 2024.
Dengan data tersebut, Uni memberikan rekomendasi kepada KPU untuk melibatkan anak muda dalam proses Pemilu 2024 sehingga tidak merasa hanya menjadi obyek atau sumber suara semata.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!