Mardani Apresiasi Pidato Prabowo dan Puan di Forum PUIC
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 15 Mei 2025 | 11:42 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Mardani Ali Sera, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pidato Ketua DPR RI Puan Maharani dan Presiden RI Prabowo Subianto dalam pembukaan Konferensi ke-19 Persatuan Parlemen Negara-Negara OKI (PUIC) di Gedung Nusantara II, DPR RI, Rabu (14/5/2025).
Menurut Mardani, pidato kedua pemimpin nasional itu berhasil mencerminkan arah kepemimpinan yang kuat, berpihak pada rakyat, dan menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
“Saya mengucapkan terima kasih, wabil khusus kepada Mbak Puan yang kecepatannya luar biasa. Beliau sangat menekankan pentingnya peran parlemen Indonesia dalam mendorong kemajuan parlemen negara-negara OKI,” kata Mardani dalam keterangannya kepada media.
Ia juga menyoroti pidato Presiden Prabowo yang dinilainya menggugah dan inspiratif. Prabowo, kata Mardani, membawakan narasi sejarah Islam melalui tokoh-tokoh besar seperti Umar bin Khattab, Khalid bin Walid, hingga Muhammad Al-Fatih, sebagai refleksi kepemimpinan yang berjiwa pelindung rakyat.
“Seluruh perwakilan parlemen negara OKI bukan hanya bertepuk tangan, tetapi juga tercengang. Pak Prabowo menjadikan pidatonya sebagai momen refleksi bahwa pemimpin harus menyayangi dan menjaga rakyatnya,” ujarnya.
Mengangkat tema 'Good Governance and Strong Institutions', konferensi PUIC kali ini fokus pada pentingnya membangun institusi yang bersih dari korupsi, transparan, dan tangguh sebagai fondasi kemajuan dunia Islam.
Mardani menegaskan bahwa pembenahan internal di negara masing-masing adalah langkah awal untuk bisa memberikan kontribusi nyata terhadap sesama umat Muslim di berbagai belahan dunia.
Dalam konferensi yang berlangsung sejak 12 Mei tersebut, enam komite tetap membahas isu strategis seperti peran pemuda dan perempuan, kemerdekaan Palestina, pembangunan berkelanjutan, dan perlindungan Muslim minoritas. Setiap komite menghasilkan satu rekomendasi, ditambah satu rekomendasi utama soal penguatan tata kelola pemerintahan.
Konferensi akan ditutup pada Rabu (15/5/2025) dengan pembacaan Deklarasi Jakarta, yang menjadi penegasan komitmen bersama negara anggota OKI terhadap hasil-hasil strategis pertemuan ini. @givary
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!