Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026

Manusia Digital dan Ke(tidak)bebasan

ED
Senin, 30 Januari 2023 | 09:08 WIB
Bagikan
Manusia Digital dan Ke(tidak)bebasan

Praktik pengawasan dan penambangan data pribadi yang terjadi secara laten, otomatis, dan terus-menerus itu menghasilkan profil pengguna yang sangat detail. Apa masalah, kebutuhan, hobi, minat, nilai hidup, orientasi politik, orientasi religious para netizen terekam dengan begitu detail di sana. Surplus data pengguna kemudian diolah untuk menghasilkan surplus prediksi perilaku pengguna. Prediksi perilaku inilah yang kemudian menata jagat digital kita. Seperti dijelaskan Lenier, tidak ada yang benar-benar alamiah dan terjadi secara kebetulan dalam jagat digital kita. Informasi apa yang kita akses, musik atau film apa yang kita nikmati, pandangan ideologis yang terpaparkan di beranda media sosial, dengan siapa kita berkawan, kelompok percakapan mana yang kita ikuti, kurang lebih telah terkurasi dan tertata berdasarkan prediksi perilaku pengguna tadi. Sistem algoritma di sini membantu kita menggeluti hal-hal yang kita minati dan mengabaikan hal-hal lain. Namun konsekuensinya adalah, kita terperangkap dalam lingkup ketertarikan, sudut-pandang, dan pilihan informasi yang “itu-itu saja”. Suatu keadaan yang umumnya tidak disadari pengguna internet tetapi menentukan bagaimana mereka bersikap dan membuat keputusan. Kita menggenggam kebebasan untuk memilih di antara pilihan-pilihan yang sesungguhnya terbatas dan terberi secara algoritmis. Lebih serius lagi ketika keputusan dan sikap itu terkait dengan kepentingan orang banyak.

Misalnya sikap politik dalam pemilu, penerimaan terhadap fakta kemajemukan, atau cara-pandang terhadap kemanusiaan. Yang kita hadapi dalam hal ini terutama sekali bukanlah cakrawala pemikiran, nilai dan informasi yang luas dan terbuka, melainkan paparan gagasan, informasi dan nilai yang telah terkurasi secara algoritmis. Dalam cakrawala yang terberi itulah, kita notabene membangun preferensi pribadi tentang keyakinan religius, pandangan ideologis atau artikulasi politik.

Permasalahannya adalah preferensi tersebut tidak kita bangun dengan sikap yang terbuka, alih-alih dengan sikap reaktif terhadap perbedaan pandangan. Kita cenderung hanya mau menerima argumentasi yang memperkuat keyakinan kita dan mengabaikan argumentasi yang lain. Kita cenderung hanya mau berteman dan berdiskusi dengan orang-orang yang segaris-pemikiran. Hal yang tumbuh subur di sini adalah kelompok percakapan yang searah dan arus informasi yang tertentu. Keduanya kurang merangsang kebebasan berpikir dan dialog antar pemikiran yang sesungguhnya sangat fundamental dalam masyarakat yang pluralistik.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.