Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026

Manusia Digital dan Ke(tidak)bebasan

ED
Senin, 30 Januari 2023 | 09:08 WIB
Bagikan
Manusia Digital dan Ke(tidak)bebasan

Oleh Agus Sudibyo

KEBEBASAN di antara pilihan-pilihan yang terbatas dan ditentukan secara eksternal, sesungguhnya adalah simulakra kebebasan. Sebuah keadaan di mana kita sepertinya menggenggam kebebasan tetapi sesungguhnya terbelenggu, kita memiliki otonomi diri sekaligus tersandera oleh kendali pihak lain. Sudut-pandang ini sering menjadi titik-tolak untuk mempersoalkan paham kebebasan memilih dalam konteks pemilu, juga kebebasan konsumen dalam membeli produk dalam konteks consumer model of freedom.

Sudut-pandang tersebut juga relevan untuk menyoal paham kebebasan internet (internet freedom). Internet tak terbantahkan lagi telah menghantarkan kita pada semesta informasi, gagasan dan lingkup pergaulan yang nyaris tak berbatas. Dengan lompatan teknologis yang di bawanya, media sosial, mesin pencari, dan media baru lainnya telah memfasilitasi hampir semua orang untuk mengakses informasi, wacana, hiburan dan kelompok percakapan dalam gradasi dan intensitas yang belum pernah terwujud sebelumnya. Ruang digital menjadi ruang bersemainya bentuk-bentuk ekspresi-diri, pemikiran, nilai dan inovasi untuk hampir semua orang. Praktis tak ada lagi hierarkhi yang selama ini berlaku dalam sistem lama (komunikasi, politik, ekonomi dll) dan mengelompokkan masyarakat atas dasar otoritas yang bersumber pada status akademik, intelektual, strata sosial dan kedudukan formal. Tom Nichol telah mendalilkan matinya otoritas itu dalam buku The Death of Expertise (2017).

Di era media digital hari ini, setiap orang dapat mendaku diri sebagai jurnalis, narasumber, sekaligus pemilik media. Setiap orang adalah subyek yang bertindak secara “otonom”. Otonomi itu tidak diletakkan pada status sosial atau posisi politis, alih-alih pada jari setiap orang dengan gawai masing-masing. Maka diktum cartesian “aku berpikir maka aku ada” pun telah berubah menjadi “aku klik maka aku ada”. Dengan ponsel dalam genggaman, dengan jari yang melakukan gerakan klik itu, seakan-akan kita telah menjadi manusia yang bebas bertindak dan mengambil keputusan secara mandiri.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.