Manusia Digital dan Ke(tidak)bebasan
Oleh Agus Sudibyo
KEBEBASAN di antara pilihan-pilihan yang terbatas dan ditentukan secara eksternal, sesungguhnya adalah simulakra kebebasan. Sebuah keadaan di mana kita sepertinya menggenggam kebebasan tetapi sesungguhnya terbelenggu, kita memiliki otonomi diri sekaligus tersandera oleh kendali pihak lain. Sudut-pandang ini sering menjadi titik-tolak untuk mempersoalkan paham kebebasan memilih dalam konteks pemilu, juga kebebasan konsumen dalam membeli produk dalam konteks consumer model of freedom.
Sudut-pandang tersebut juga relevan untuk menyoal paham kebebasan internet (internet freedom). Internet tak terbantahkan lagi telah menghantarkan kita pada semesta informasi, gagasan dan lingkup pergaulan yang nyaris tak berbatas. Dengan lompatan teknologis yang di bawanya, media sosial, mesin pencari, dan media baru lainnya telah memfasilitasi hampir semua orang untuk mengakses informasi, wacana, hiburan dan kelompok percakapan dalam gradasi dan intensitas yang belum pernah terwujud sebelumnya. Ruang digital menjadi ruang bersemainya bentuk-bentuk ekspresi-diri, pemikiran, nilai dan inovasi untuk hampir semua orang. Praktis tak ada lagi hierarkhi yang selama ini berlaku dalam sistem lama (komunikasi, politik, ekonomi dll) dan mengelompokkan masyarakat atas dasar otoritas yang bersumber pada status akademik, intelektual, strata sosial dan kedudukan formal. Tom Nichol telah mendalilkan matinya otoritas itu dalam buku The Death of Expertise (2017).
Di era media digital hari ini, setiap orang dapat mendaku diri sebagai jurnalis, narasumber, sekaligus pemilik media. Setiap orang adalah subyek yang bertindak secara “otonom”. Otonomi itu tidak diletakkan pada status sosial atau posisi politis, alih-alih pada jari setiap orang dengan gawai masing-masing. Maka diktum cartesian “aku berpikir maka aku ada” pun telah berubah menjadi “aku klik maka aku ada”. Dengan ponsel dalam genggaman, dengan jari yang melakukan gerakan klik itu, seakan-akan kita telah menjadi manusia yang bebas bertindak dan mengambil keputusan secara mandiri.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!