Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

Mahfud MD,"Perusahaan Ini 40 Tahun Makan Uang Negara. Masa gak Mau Nyumbang ke Negara"

ED
Sabtu, 22 November 2025 | 17:54 WIB
Bagikan
Mahfud MD,"Perusahaan Ini 40 Tahun Makan Uang Negara. Masa gak Mau Nyumbang ke Negara"

VISI.NEWS | JAKARTA - Prof. Mahfud MD membahas reformasi kepolisian dan berbagai isu strategis dalam podcast Madilog Forum Keadilan yang dipandu Darmawan Sepriyossa, Jumat (21/11). Ia menyoroti sejumlah data terkait perusahaan yang merugikan negara serta tantangan internal di tubuh Polri.

Mahfud mengutip pernyataan Prabowo Subianto terkait data perusahaan yang dianggap merugikan negara. “Saya punya data ini kata Pak Prabowo, saya beli dari luar, bukan data dari dalam. Perusahaan ini nih 34 tahun makan uang negara ini. Ini 25 tahun,  ini 40 tahun makan uang negara. Masa gak mau nyumbang ke negara katanya sampai gini Pak. Eh kamu Pak Listyo, Pak Agus panglima, gak ada gunanya kamu bintang lompat ini,” kata Mahfud.

Ia menegaskan bahwa pernyataannya bukan fitnah dan semua data akan dibawa ke rapat resmi. “Mas Darmawan saya lewat bicara dengan Anda nih bukan fitnah ya. Nanti saya bawa buktinya ke dalam rapat itu. Ini loh yang belum waktunya, yang sudah dipecat masuk lagi ada semua. Kalau ada yang di luar mendengar tersinggung gitu. Ini yang saya katakan ni ada buktinya. Semua adat saya dapat dari orang yang merasa terzalimi,” ujar Mahfud.

Mahfud juga menyinggung adanya kebijakan internal terkait penerimaan perwira baru. “Di Polri sendiri ada kebijakan yang saya dengar bahwa kalau ada penerimaan sekian 30% itu jatahnya hak prerogatif Kapolri. Misalnya nerima perwira baru ya. Iya, 30% tuh Kapolri,” jelasnya.

Selain isu internal, Mahfud menekankan pengalaman langsungnya saat ikut tim reformasi. Ia mengungkapkan bahwa aspirasi masyarakat tinggi, namun kapasitas tim reformasi terbatas. “Keinginan orang perubahan 100%. Mungkin tim ini bisa memberi 60 atau 70,” kata Mahfud.

Siapkan RUU

Mahfud menambahkan bahwa tim reformasi tidak hanya memberi rekomendasi, tetapi juga menyiapkan rancangan undang-undang (RUU) yang siap disampaikan ke Presiden. “Kalau perlu rancangan undang-undang sampaikan ke presiden, kita harus. Bukan bilang rekomendasi ubah undang-undang nomor sekian, bukan, rancangannya sudah jadi tim yang buat,” ujarnya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.