Lulusan Perguruan Tinggi Sulit Dapat Kerja? Coba Lakukan Ini
VISI.NEWS | BANDUNG - Lulus dari perguruan tinggi menjadi pencapaian penting bagi setiap mahasiswa. Namun, muncul sebuah persoalan yang banyak dikhawatirkan yakni mendapatkan pekerjaan. Faktanya, banyak lulusan yang sulit dapat kerja, mengapa?
Data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 8,43 juta jiwa pada Agustus 2022. Sebanyak 7,99% atau sekitar 673,49 ribu penganggur berasal dari lulusan universitas.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi ( Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim mengungkap, 80 persen mahasiswa Indonesia tidak bekerja sesuai dengan jurusan kuliahnya. Berdasarkan data, hanya 27 persen lulusan perguruan tinggi yang memiliki pekerjaan sesuai dengan jurusan kuliah atau bidang ilmu yang mereka geluti.
"Komposisi tenaga kerja hasil lulusan dari perguruan tinggi hanya 10,18 persen," kata Nadiem melalui webinar series Majelis Wali Amanat UI bertajuk Pendidikan Indonesia untuk Masa Depan Bangsa dan Kemanusiaan.
Para ahli mengatakan banyaknya lulusan perguruan tinggi yang sulit mencari pekerjaan, sebagian berkaitan dengan keterputusan lokasi, derajat, dan persaingan. Beberapa juga berkaitan dengan ketidakcocokan pengalaman atau jurusan kuliah dengan keterampilan kerja.
"Beberapa keterampilan adalah ketidakcocokan pengalaman," kata Jay Denton, kepala analis di ThinkWhy yang berbasis di Dallas, pencipta LaborIQ, sebuah situs ketenagakerjaan.
Selain itu, proses melamar kerja pada era saat ini memang lebih mudah karena semua bisa dilakukan hanya dengan duduk dan tinggal menunggu undangan wawancara. Namun, hal ini juga membuat persaingan semakin ketat.
"Ketika Anda melamar pekerjaan secara online, Anda bersaing dengan ratusan atau ribuan orang lain yang juga melamar pekerjaan yang sama," ujar Denton.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!