Literasi Digital Bisa Buka Potensi Ekonomi Global US$3,5 Triliun

ED
PN
Sabtu, 12 September 2026 | 07:22 WIB
Bagikan
Literasi Digital Bisa Buka Potensi Ekonomi Global US$3,5 Triliun

Laporan GSMA Intelligence dan Huawei mengungkap kesenjangan digital yang masih dialami 3,1 miliar orang. /visi.news/ist

Upaya tersebut juga akan berlanjut di Eropa. Program DigiTruck baru dijadwalkan diluncurkan di Prancis pada musim gugur 2026, dengan cakupan beberapa kota di wilayah Île-de-France.

Program ini akan menyasar komunitas berpenghasilan rendah dan kelompok yang kurang terlayani, dengan memberikan pelatihan keterampilan digital secara langsung.

Peluncuran tersebut menunjukkan bahwa kesenjangan literasi digital bukan semata persoalan negara berkembang. Ketika teknologi AI berkembang semakin cepat, masyarakat di berbagai negara tetap membutuhkan kemampuan baru agar dapat memanfaatkan teknologi sekaligus terlindungi dari risiko yang menyertainya.

Pada akhirnya, laporan GSMA Intelligence dan Huawei menegaskan bahwa menyediakan jaringan internet hanyalah langkah pertama. Agar miliaran orang benar-benar memperoleh manfaat ekonomi dari transformasi digital dan AI, akses harus diikuti oleh keterampilan, kepercayaan, keamanan, dan kemampuan menggunakan teknologi secara mandiri.

Jika kesenjangan tersebut berhasil ditutup, manfaatnya bukan hanya berupa lebih banyak orang yang online, tetapi juga potensi US$3,5 triliun tambahan bagi ekonomi global hingga 2030, dengan negara-negara berpendapatan rendah dan menengah sebagai penerima manfaat terbesar.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.