Literasi Digital Bisa Buka Potensi Ekonomi Global US$3,5 Triliun
Laporan GSMA Intelligence dan Huawei mengungkap kesenjangan digital yang masih dialami 3,1 miliar orang. /visi.news/ist
Kemunculan AI membawa peluang baru untuk mengurangi kesenjangan tersebut. Namun, teknologi yang sama juga berpotensi memperlebar ketimpangan apabila masyarakat tidak dibekali keterampilan yang memadai.
Asisten suara berbasis AI serta aplikasi yang mampu memproses gambar, audio, dan video dapat membantu masyarakat dengan tingkat literasi rendah. Mereka tidak selalu harus mengetik atau memahami instruksi berbasis teks untuk berinteraksi dengan teknologi.
Di sisi lain, penggunaan AI juga menciptakan tuntutan baru. Masyarakat perlu memahami bagaimana data pribadi digunakan, mengenali penipuan digital, memeriksa kebenaran informasi, serta membedakan konten asli dengan manipulasi seperti deepfake.
Dengan demikian, kemampuan menggunakan AI tidak cukup hanya dengan mengetahui cara mengoperasikan sebuah aplikasi. Pengguna juga harus memiliki kemampuan berpikir kritis dan kesadaran keamanan digital.
Data yang dikutip dalam laporan dari World Bank bahkan menunjukkan bahwa literasi GenAI merupakan kategori keterampilan dengan nilai ekonomi tinggi. Penguasaan keterampilan tersebut dikaitkan dengan premi upah hingga 36 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan imbal hasil yang terkait dengan keterampilan digital maupun keterampilan AI tradisional.
Para penulis laporan memperingatkan bahwa adopsi AI yang berlangsung cepat tanpa intervensi yang ditargetkan pada pelatihan digital dasar dapat memperkuat ketimpangan yang sudah ada.
Kondisi ini dapat terjadi bahkan di wilayah yang telah memiliki jaringan telekomunikasi lengkap. Masyarakat mungkin memiliki akses terhadap internet, tetapi tidak mampu memanfaatkannya untuk pendidikan, pekerjaan, layanan publik, bisnis, maupun aktivitas ekonomi lainnya.
Kelompok yang dinilai paling rentan terhadap eksklusi digital antara lain masyarakat di wilayah pedesaan dan terpencil, anak-anak serta guru di sekolah pedesaan, kelompok lanjut usia, serta perempuan dan anak perempuan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!