Literasi Digital Bisa Buka Potensi Ekonomi Global US$3,5 Triliun

ED
PN
Sabtu, 12 September 2026 | 07:22 WIB
Bagikan
Literasi Digital Bisa Buka Potensi Ekonomi Global US$3,5 Triliun

Laporan GSMA Intelligence dan Huawei mengungkap kesenjangan digital yang masih dialami 3,1 miliar orang. /visi.news/ist

Pemerintah didorong menjadikan literasi AI, keamanan digital, dan kemampuan memverifikasi informasi sebagai keterampilan dasar di tingkat nasional. Layanan publik digital juga perlu menggunakan antarmuka suara dan percakapan multibahasa agar dapat diakses masyarakat dengan kemampuan membaca dan mengetik yang beragam.

Selain itu, model pembelajaran bergerak dinilai perlu diperluas melalui kerja sama lintas sektor. Pemerintah, operator telekomunikasi, perusahaan teknologi, dan organisasi nonpemerintah dapat menggabungkan konektivitas, perangkat, teknologi, serta jaringan komunitas untuk membawa pelatihan ke daerah yang sulit dijangkau.

Keberhasilan program juga dinilai tidak cukup hanya diukur berdasarkan jumlah peserta pelatihan. Pengukuran perlu melihat apakah peserta benar-benar mampu menyelesaikan tugas digital secara mandiri dan memiliki ketahanan terhadap penipuan.

Kepala riset dan konsultasi GSMA Intelligence Tim Hatt mengatakan definisi literasi digital harus berkembang mengikuti perubahan teknologi.

“Connectivity alone is insufficient — capabilities, system design and trust must evolve together,” kata Hatt.

Menurutnya, peluang ekonomi bernilai triliunan dolar tersebut hanya dapat diwujudkan apabila literasi AI diintegrasikan ke dalam aktivitas sehari-hari masyarakat melalui saluran komunitas yang dipercaya.

Sementara itu, Executive Editor-in-Chief Huawei Gavin Allen menilai ruang kelas bergerak telah menunjukkan manfaat besar dalam membantu masyarakat yang selama ini menghadapi hambatan fisik maupun psikologis untuk menggunakan teknologi.

Huawei, katanya, akan terus bekerja sama dengan pemerintah lokal dan mitra industri untuk memperluas literasi digital sehingga masyarakat tidak tertinggal dalam transisi menuju ekonomi berbasis AI.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.