Lima Tips Berpuasa dari Rasulullah SAW
Dalam melaksanakan ibadah puasa, kita tidak hanya diperintah untuk meninggalkan makan, minum, berhubungan badan dan hal lain yang dapat membatalkan puasa.
Namun, kita juga seharusnya menjaga lisan dengan tidak berbicara kotor, dusta dan sejenisnya. Sebagaimana Rasulullah saw bersabda dalam haditsnya:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالعَمَلَ بِهِ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
Artinya: “Barangsiapa tidak meninggalkan ucapan dusta dan (tetap) melakukannya, maka Allah tidak akan memandang meski ia meninggalkan makanan dan minumannya”. (HR. Bukhari).
3. Mengakhirkan sahur
Saat hendak berpuasa, di antara kebiasaan Nabi Muhammad saw ialah mengakhirkan sahur. Hal tersebut dimaksudkan agar lebih menguatkan umat Islam dalam berpuasa. Bahkan dalam sebuah hadits disebutkan jarak antara waktu sahur Rasulullah dengan adzan Subuh (terbit fajar) hanyalah kadar membaca 50 ayat Al-Qur’an.
عَنْ أَنَسٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: تَسَحَّرْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ، قُلْتُ: كَمْ كَانَ بَيْنَ الأَذَانِ وَالسَّحُورِ؟ " قَالَ: قَدْرُ خَمْسِينَ آيَةً
Artinya: "Dari Anas, dari Zaid bin Tsabit ra berkata: kami sahur bersama Nabi Muhammad saw kemudian setelahnya melaksanakan shalat subuh. Aku bertanya: “berapa jarak antara adzan dan sahur?”. Zaid berkata: “kadar 50 ayat”. (HR. Bukhari).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!