Legislator: APBN Sehat, Manfaat Berkali Lipat
Ketiga, dugaan berlanjutnya kebijakan suku bunga tinggi oleh sejumlah bank sentral berbagai negara terus menciptakan biaya dana bertahan pada posisi tinggi. Meskipun yield SBN cukup moderat dibanding sejumlah negara atau sebesar level 6 persenan pada sepanjang tahun ini. Posisi ini menjadi modal yang sangat baik.
Namun, menurutnya, pemerintah tidak boleh lengah, biaya dana bisa lebih tinggi di tengah situasi yang tidak menentu. Karena itu, Said mengingatkan pentingnya bagi pemerintah memitigasi dalam menyerap pembiayaan utang di tahun depan.
Berikutnya, masih kata Legislator Dapil Jawa Timur XI itu, kebijakan pembiayaan investasi melalui APBN harus lebih selektif dengan penekanan terhadap sektor sektor produktif yang memiliki dampak multiplier dan infrastruktur dasar untuk menopang target sumber daya manusia Indonesia yang unggul, untuk menopang tahapan Visi Indonesia Emas 2045.
Selanjutnya, percepatan transformasi energi nasional yang selama ini bertumpu dari Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mengurangi risiko ketergantungan impor.
Langkah ini untuk memantapkan ruang fiskal pada tahun depan menghadapi gonjang ganjing ekonomi eksternal.
“Memperbaiki tata kelola subsidi baik energi maupun non energi agar dukungan anggaran subsidi dari APBN pada tahun depan lebih tepat sasaran dan punya dampak signifikan sebagai kekuatan penopang daya beli dan produktivitas rumah tangga miskin,” tutup Said. @fen
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!