Lara, Ramadhan Segera Berlalu
Setiap detik Ramadhan adalah anugerah, dan Lara merasa belum cukup mengisi hari-harinya dengan amal yang seharusnya. Ia menyesal atas waktu-waktu yang terlewat tanpa ibadah yang maksimal. Ramadhan telah berlalu, dan ia tak bisa mengulanginya kembali.
Ia bertanya dalam hati, apakah amalnya selama Ramadhan diterima? Apakah ia bisa menjaga ketakwaannya di luar bulan suci ini? Ramadhan telah mengajarkan begitu banyak hal, tetapi mampukah ia mempertahankan kebiasaan baik yang telah ia mulai?
Lara sadar bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan, tetapi kesempatan. Kesempatan untuk berubah, kesempatan untuk lebih dekat kepada Tuhan. Kini, kesempatan itu telah berlalu, dan hanya ada harapan agar ia masih bisa bertemu kembali dengan Ramadhan tahun depan.
Hatinya kembali bergema oleh lagu yang membuatnya semakin pilu:
Itulah maknanya nilai bertaqwa Nurani ingin dekat selalu kepadaNya Setelah Ramadhan lenyap dan berlalu Mengapa hati ini terasa pilu
Ya Robby Yang Maha Kuasa Tambahkanlah setahun umur hamba Tahun depan kembali hamba puasa Manisnya iman ibadah tiada tara
Lagu itu seperti mewakili perasaannya. Lara tak bisa menahan tangisnya. Ramadhan telah pergi, dan ia merasa kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya.
Namun, di tengah kesedihannya, Lara berjanji dalam hati. Jika kelak ia dipertemukan kembali dengan Ramadhan, ia akan mengisi setiap detiknya dengan lebih baik. Ia tak ingin lagi menyesal di penghujung bulan suci itu.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!