Laporan GrabAds Soroti Lonjakan Konsumsi Saat Nobar
GrabAds./visi.news/markeetrs.
VISI.NEWS | JAKARTA - Aktivitas nonton bareng atau nobar sepak bola kian menunjukkan peran penting sebagai pendorong konsumsi masyarakat. Hal ini tergambar dalam laporan terbaru GrabAds bertajuk 'The Nobar Economy' yang dirilis menjelang perhelatan Piala Dunia 2026.
Laporan tersebut menyoroti bagaimana nobar tidak lagi sekadar aktivitas hiburan, melainkan telah berkembang menjadi momentum ekonomi dengan intensitas konsumsi tinggi, terutama melalui platform digital seperti GrabFood dan GrabMart.
Director of Commercial Grab Indonesia, Roy Nugroho, mengungkapkan bahwa potensi pasar dari fenomena ini sangat besar. Data dari The Trade Desk dan YouGov menunjukkan sekitar 180 juta masyarakat Indonesia mengikuti ajang sepak bola global pada 2022, menciptakan basis audiens yang luas bagi pelaku usaha.
Lebih jauh, riset Snapcart memperlihatkan bahwa 84 persen masyarakat menikmati pertandingan sambil mengonsumsi makanan dan minuman. Hal ini memperkuat posisi nobar sebagai momen konsumsi kolektif yang berdampak langsung pada peningkatan transaksi.
“Riset Snapcart mengungkap bahwa 82 persen konsumen mengandalkan layanan pesan-antar seperti GrabFood dan GrabMart selama momen nobar yang didorong oleh keinginan untuk tidak melewatkan jalannya pertandingan,” ujar Roy dalam keterangannya dikutip, Kamis (30/4/2026).
Data internal Grab Indonesia juga mencatat lonjakan permintaan pada kategori makanan dan minuman yang cocok untuk nobar. Pada periode ajang sepak bola global 2022, permintaan meningkat dua digit, terutama menjelang dan selama pertandingan berlangsung.
Produk yang paling banyak diminati adalah makanan praktis yang mudah dikonsumsi bersama, seperti martabak, pizza, popcorn, hingga minuman energi dan kopi. Namun demikian, preferensi terhadap kuliner lokal tetap mendominasi. Menu seperti nasi goreng, ayam goreng, mie ayam, siomay, hingga sate tetap menjadi pilihan utama konsumen.
“Pola ini menjadi indikasi kuat bahwa tren serupa berpotensi kembali terjadi pada perhelatan ajang sepak bola global 2026 yang akan datang,” jelas Roy.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!