Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026

Kusnadi : Masih Ditemukan Produk Vaksin Tidak Berlebel Halal

ED
Jumat, 11 Februari 2022 | 14:03 WIB
Bagikan
Kusnadi : Masih Ditemukan Produk Vaksin Tidak Berlebel Halal

VISINEWS | BANDUNG - Program vaksinasi massal di Indonesia dipandang perlu sebagai bagian ikhtiar dalam menekan penyebaran kasus Covid-19, namun pemerintah wajib bertanggung jawab terhadap masyarakat terlebih kaitan dengan kehalal an vaksin tersebut.

Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar), Haji Kusnadi mengatakan, mayoritas jumlah penduduk di Indonesia termasuk di Jabar merupakan beragama Islam, oleh karena itu program vaksinasi yang gencar saat ini, diharapkan terjaga ke halal annya.

"Penduduk Indonesia termasuk Jabar, mayoritasnya adalah agama Islam, maka pemerintah wajib menyediakan vaksin halal, sesuai dorongan MUI," katanya.

Kusnadi mengungkapkan, kebijakan untuk vaksinasi booster atau dosis lanjutan yang tidak memasukkan jenis vaksin halal merupakan kekurangan pemerintah, untuk itu pemerintah bertanggung jawab guna memastikan halal atau tidaknya dosis yang diberikan terhadap masyarakat.

"Jadi memang ini kekurangannya, tetap pemerintah bertanggungjawab terhadap vaksin-vaksin yang halal," ungkapnya.

Produk kebijakan yang dikeluarkan pemerintah melalui Surat Edaran Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (SE Dirjen P2P Kemenkes) lanjut Kusnadi, tidak mencantumkan jenis vaksin yang telah mengantongi sertifikat halal dari MUI.

"Dalam izin edar darurat emergency use of authorization (EUA) yang dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ada lima jenis untuk vaksinasi booster, namun hanya tiga jenis vaksin yang ditetapkan Kemenkes," ujarnya.

Dan kelima vaksin itu baru dua diantaranya sudah mengantongi sertifikat halal MUI, artinya ada sejumlah vaksin yang belum mengantongi sertifikat halal MUI, dan semoga pemerintah segera melakukan perbaikan serta evaluasi terkait produk vaksin tersebut.

"Informasi ini merupakan hasil riset yang dilakukan oleh salah seorang akademisi, dimana menemukan sejumlah produk vaksin yang belum berlebel halal," pungkasnya.@eko.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.