Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Dibidik Jadi Magnet Wisata 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Dibidik Jadi Magnet Wisata 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026

Kronologi Tiga Warga Tewas Akibat Ledakan Mortir di Cipatat

Desi Rossilawati
Kamis, 9 Juli 2026 | 16:24 WIB
Bagikan
Kronologi Tiga Warga Tewas Akibat Ledakan Mortir di Cipatat

Ilustrasi ledakan./visi.news/Istockphoto.

VISI.NEWS - Tiga warga Kampung Ciparang, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, tewas akibat ledakan mortir 81 Tampella yang terjadi pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Ketiga korban masing-masing bernama Ade (21), Suhri (51), dan Rodiana (40).

Kapolsek Cipatat, Kompol DMS Andriani Sapin, mengatakan peristiwa bermula ketika seorang saksi bernama Dadang Suhendar mendengar suara ledakan dari sekitar lokasi kejadian. Tidak lama kemudian, saksi lain datang dan mengabarkan adanya warga yang menjadi korban ledakan. Keduanya kemudian menuju lokasi untuk memastikan kejadian tersebut.

"Kejadian sekitar jam 10.30 WIB. Awalnya terdengar suara ledakan, dua saksi kemudian ke lokasi, dan didapati tiga korban sudah dalam kondisi tergeletak, itu lokasinya di samping salah satu korban," kata Andriani dalam keterangannya dikutip, Kamis (9/7/2026).

Saat ditemukan, dua korban telah meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara satu korban lainnya yang berada lebih jauh dari titik ledakan sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Dustira, Kota Cimahi, untuk mendapatkan penanganan medis. Namun korban meninggal dunia saat menjalani perawatan pada Rabu sore sekitar pukul 17.25 WIB.

"Di lokasi ada satu korban yang dievakuasi, yang jauh dari mortir. Pas mau evakuasi dua lagi sudah tidak bernapas. Satu korban meninggal tadi sore jam 17.25 di Dustira," ungkapnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga ledakan terjadi saat para korban berupaya membongkar mortir untuk mengambil logam dari benda tersebut. Dugaan itu diperkuat dengan ditemukannya sejumlah peralatan di sekitar lokasi yang diduga digunakan untuk membongkar mortir.

"Iya, sepertinya begitu, mereka tengah berupaya membongkar, karena di situ kami temukan sejumlah peralatan," tuturnya.

Meski demikian, Andriani menegaskan penyidik masih mendalami penyebab pasti ledakan dan belum mengambil kesimpulan final.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.