Kronologi Peristiwa Kekerasan di Desa Ciapus Bandung yang Tewaskan Ayah Tiri
VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Aksi brutal yang dilakukan RT alias Jambul (38), yang menganiaya ayah tirinya sendiri, ES (64) di Desa Ciapus, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung pada Senin (5/5/202) lalu.
Kapolresta Bandung, Kombes Aldi Subartono, menjelaskan bahwa aksi kekerasan bermula dari percekcokan kecil. Korban yang merupakan ayah tiri Jambul, enggan meminjamkan sepeda motor kepada pelaku, hingga memicu amarah Jambul."Korban tidak memberi (pinjam), terjadi percekcokan sehingga pelaku menganiaya korban, bapak tiri inisial ES di bagian belakang menggunakan balok beberapa kali dipukul, kemudian korban terjatuh," ujar Aldi dikutip dalam keterangannya, Kamis (8/5/2025).
Tak hanya menganiaya ayah tirinya saja. Jambul yang saat itu terpengaruh minuman keras juga menganiaya ibunya.
"Setelah itu juga pelaku sempat menganiaya ibunya. Di sini korbannya ada dua, bapak tiri meninggal dunia, dan ibunya luka dorongan dan ada bekas gigitan," kata Aldi.
Aksi sadis yang dilakukan Jambul membuat warga bertindak saat itu. Warga langsung mengamankan Jambul.
"Kami langsung pergi ke TKP dan olah TKP, membawa korban ke rumah sakit, melakukan autopsi kepada korban serta memeriksa saksi-saksi," jelasnya. Aldi mengungkapkan Jambul merupakan seorang residivis dan kerap melakukan tindak pidana. Sehingga hal tersebut yang membuat orang tuanya enggan untuk memberi pinjam motor. "Jadi menurut korban ibu ini menjelaskan bahwa memang almarhum tidak memberikan karena khawatir motornya akan digelapkan atau digadaikan. Sehingga almarhum tidak memberikan sepeda motor yang akan dipinjam oleh pelaku," kata Aldi.Sementara itu, Jambul hanya bisa meratapi aksi brutal yang sudah dia lakukan. Dia merasa menyesal dan berdalih melakukan perbuatan keji tersebut karena terpengaruh minuman keras.
"Tadinya nggak niat mukul, cuma mungkin kelepasan. Mukul pakai kayu," ujar Jambul kepada awak media dalam konferensi pers di Mapolresta Bandung, Soreang, Rabu (7/5/2025). "Iya mabuk intisari hijau, beli di Pameungpeuk," katanya menambahkan.Ia menambahkan setelah melakukan aksinya langsung diamankan warga dan menjadi amukan warga. Saat ini dirinya harus mendekam di balik jeruji besi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!