Ayah Tunggal Pilih Jadi Driver Online Demi Rawat Anak Balita 7 Aug 2026 Nikah di KUA Makin Diminati, Pasangan Muda Pilih Sederhana dan Praktis 7 Aug 2026 VISI | Khidmah Strategis Muktamar NU 7 Aug 2026 Bandung-Lampung Kembali Terhubung, Wings Air Resmi Buka Penerbangan Perdana dari Bandara Husein 7 Aug 2026 BMKG: Bandung pada Jumat (7/8/2026) Cerah Berawan, Suhu Capai 31 Derajat 7 Aug 2026 KHUTBAH JUMAT | 4 Hal yang Menghalangi Terkabulnya Doa Seorang Muslim 7 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Jumat 7 Agustus 2026 7 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Jumat 7 Agustus 2026 7 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Jumat 7 Agustus 2026 7 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Jumat 7 Agustus 2026 7 Aug 2026 Ayah Tunggal Pilih Jadi Driver Online Demi Rawat Anak Balita 7 Aug 2026 Nikah di KUA Makin Diminati, Pasangan Muda Pilih Sederhana dan Praktis 7 Aug 2026 VISI | Khidmah Strategis Muktamar NU 7 Aug 2026 Bandung-Lampung Kembali Terhubung, Wings Air Resmi Buka Penerbangan Perdana dari Bandara Husein 7 Aug 2026 BMKG: Bandung pada Jumat (7/8/2026) Cerah Berawan, Suhu Capai 31 Derajat 7 Aug 2026 KHUTBAH JUMAT | 4 Hal yang Menghalangi Terkabulnya Doa Seorang Muslim 7 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Jumat 7 Agustus 2026 7 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Jumat 7 Agustus 2026 7 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Jumat 7 Agustus 2026 7 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Jumat 7 Agustus 2026 7 Aug 2026

KPK Ungkap Dugaan Pemotongan Upah Pegawai di Pemkot Semarang: "Take Home Pay Terpangkas

ED
Sabtu, 3 Agustus 2024 | 05:58 WIB
Bagikan
KPK Ungkap Dugaan Pemotongan Upah Pegawai di Pemkot Semarang: "Take Home Pay Terpangkas

VISI.NEWS | JAKARTA - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Tessa Mahardhika, mengungkapkan dugaan korupsi di Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, Jawa Tengah, terkait dengan pemotongan upah pegawai. Tessa menyatakan bahwa ada dugaan kuat bahwa terjadi pemotongan jatah upah pungut yang seharusnya diterima oleh para pegawai.

"Ada dugaan pemotongan jatah upah pungut para pegawai," ujar Tessa Mahardhika kepada wartawan, Jumat, 2 Agustus 2024. Ia menambahkan, "Sehingga take home pay yang didapat oleh pegawai tersebut mengalami pengurangan dari apa yang seharusnya mereka dapat."

Namun, Tessa belum merinci besaran potongan upah yang dialami oleh pegawai Pemkot Semarang. "Belum bisa disampaikan," kata dia, menanggapi pertanyaan mengenai detail potongan tersebut.

Kasus ini bukan pertama kalinya terungkap. Sebelumnya, KPK telah menetapkan tersangka dalam dugaan korupsi di Pemkot Semarang. Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu, memastikan bahwa pengusutan kasus ini tidak mengandung unsur politisasi.

"Yang kami fokuskan adalah penanganan perkaranya. Jadi ketika dalam penyidikan itu sudah ditemukan peristiwa pidana, seseorang itu melakukan tindak pidana korupsi dan dinyatakan itu layak untuk naik penyidikan," ujar Asep Guntur Rahayu kepada wartawan, Kamis, 18 Juli 2024.

Asep menegaskan bahwa kecukupan alat bukti menjadi tolak ukur utama bagi KPK dalam mengusut dugaan kasus korupsi ini. "Tidak ada faktor lainnya, terlebih faktor politis," tegasnya, menepis spekulasi yang beredar di masyarakat.

Dengan pengungkapan kasus ini, KPK berharap dapat memberikan efek jera dan mencegah terjadinya praktik korupsi serupa di masa depan. Investigasi lebih lanjut akan terus dilakukan untuk memastikan semua pihak yang terlibat mendapatkan sanksi yang setimpal sesuai dengan hukum yang berlaku.

@shintadewip

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.