Ayah Tunggal Pilih Jadi Driver Online Demi Rawat Anak Balita 7 Aug 2026 Nikah di KUA Makin Diminati, Pasangan Muda Pilih Sederhana dan Praktis 7 Aug 2026 VISI | Khidmah Strategis Muktamar NU 7 Aug 2026 Bandung-Lampung Kembali Terhubung, Wings Air Resmi Buka Penerbangan Perdana dari Bandara Husein 7 Aug 2026 BMKG: Bandung pada Jumat (7/8/2026) Cerah Berawan, Suhu Capai 31 Derajat 7 Aug 2026 KHUTBAH JUMAT | 4 Hal yang Menghalangi Terkabulnya Doa Seorang Muslim 7 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Jumat 7 Agustus 2026 7 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Jumat 7 Agustus 2026 7 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Jumat 7 Agustus 2026 7 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Jumat 7 Agustus 2026 7 Aug 2026 Ayah Tunggal Pilih Jadi Driver Online Demi Rawat Anak Balita 7 Aug 2026 Nikah di KUA Makin Diminati, Pasangan Muda Pilih Sederhana dan Praktis 7 Aug 2026 VISI | Khidmah Strategis Muktamar NU 7 Aug 2026 Bandung-Lampung Kembali Terhubung, Wings Air Resmi Buka Penerbangan Perdana dari Bandara Husein 7 Aug 2026 BMKG: Bandung pada Jumat (7/8/2026) Cerah Berawan, Suhu Capai 31 Derajat 7 Aug 2026 KHUTBAH JUMAT | 4 Hal yang Menghalangi Terkabulnya Doa Seorang Muslim 7 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Jumat 7 Agustus 2026 7 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Jumat 7 Agustus 2026 7 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Jumat 7 Agustus 2026 7 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Jumat 7 Agustus 2026 7 Aug 2026

KPK Geledah Disdik dan Disperin Semarang terkait Dugaan Korupsi

ED
Jumat, 19 Juli 2024 | 12:44 WIB
Bagikan
KPK Geledah Disdik dan Disperin Semarang terkait Dugaan Korupsi

VISI.NEWS | SEMARANG - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah sejumlah tempat di lingkungan Pemerintah Kota Semarang. Pada Jumat (19/7/2024), giliran Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Perindustrian (Disperin) yang menjadi target penggeledahan. Penggeledahan ini dilakukan dalam rangka penyelidikan kasus dugaan korupsi yang melibatkan gratifikasi dan pemerasan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Semarang.

Dilansir dari detikJateng, penggeledahan di Kantor Disdik Semarang yang berlokasi di Jalan Dr Wahidin dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Sejumlah petugas berseragam KPK terlihat sibuk bolak-balik memasuki beberapa ruangan di kantor tersebut. Kehadiran mereka menarik perhatian banyak pihak yang ingin mengetahui perkembangan kasus ini.

Tak hanya di Kantor Disdik, informasi yang diterima detikJateng juga menyebutkan bahwa penggeledahan dilakukan di Kantor Disperin Semarang yang terletak di Jalan Pemuda. Tim KPK tiba di kantor tersebut sekitar pukul 08.30 WIB, dan langsung memulai pemeriksaan di beberapa bagian gedung. Penggeledahan ini menambah ketegangan di kalangan pegawai pemerintahan kota.

Keberadaan lima mobil Toyota Innova berwarna hitam di halaman Kantor Disdik menambah suasana tegang. Di lobi kantor, petugas kepolisian turut berjaga-jaga, memastikan keamanan selama proses penggeledahan berlangsung. Situasi serupa juga terlihat di Kantor Disperin, di mana kehadiran polisi menciptakan suasana yang serius dan penuh kewaspadaan.

Hari ini merupakan hari ketiga KPK melakukan penggeledahan terkait kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemkot Semarang. Kasus ini mencuat setelah adanya laporan mengenai gratifikasi dan pemerasan yang diduga melibatkan sejumlah pejabat tinggi. Penyelidikan yang intensif ini diharapkan dapat mengungkap lebih banyak bukti dan pihak yang terlibat dalam skandal ini.

Penggeledahan yang dilakukan KPK menjadi bukti keseriusan lembaga antirasuah ini dalam memberantas korupsi. Masyarakat Kota Semarang menyambut baik langkah tegas KPK ini, berharap agar kasus ini dapat segera diungkap secara tuntas dan pihak-pihak yang terlibat mendapatkan hukuman yang setimpal. Pemerintah Kota Semarang sendiri diharapkan dapat bersikap kooperatif dalam proses penyelidikan ini.

Dengan adanya penggeledahan ini, perhatian publik semakin tertuju pada perkembangan kasus ini. Harapan besar ada pada KPK untuk menuntaskan kasus korupsi ini, dan menciptakan lingkungan pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik-praktik korupsi yang merugikan masyarakat.

@rizalkoswara

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.