Korban Jiwa Pertama Tentara AS di Perang Iran, Dukungan Publik ke Trump Hanya 27 Persen
Dalam wawancara terpisah dengan Daily Mail, Trump menyebut serangan terhadap Iran bisa berlangsung hingga empat minggu. “Ini selalu merupakan proses empat minggu. Kami memperkirakan sekitar empat minggu atau kurang,” ujarnya. Reuters sebelumnya melaporkan bahwa perencanaan militer AS memang mengarah pada operasi berkelanjutan yang dapat berlangsung selama beberapa pekan.
Menteri Luar Negeri Iran melalui platform X menyatakan militernya telah mempelajari “kekalahan militer AS di timur dan barat kami,” merujuk pada Afghanistan dan Irak. Ia menegaskan bahwa pengeboman di ibu kota tidak akan memengaruhi kemampuan Iran untuk melanjutkan perang.
Di dalam negeri AS, dukungan publik terhadap operasi ini tampak terbatas. Jajak pendapat Reuters/Ipsos yang selesai pada Minggu menunjukkan hanya 27 persen warga Amerika menyetujui serangan terhadap Iran, sementara 43 persen menolak dan 29 persen menyatakan tidak yakin. Sekitar 90 persen responden mengaku setidaknya mengetahui informasi tentang serangan tersebut.
Sejumlah anggota parlemen dari kedua partai juga menyuarakan pandangan berbeda mengenai arah konflik. Senator Demokrat Chris Coons mempertanyakan kemungkinan perubahan rezim melalui serangan udara semata.
“Tidak ada contoh dalam sejarah modern yang saya ketahui di mana perubahan rezim terjadi semata-mata melalui serangan udara,” ujarnya di CNN.
Sementara itu, Senator Republik Tom Cotton mengatakan situasi ke depan sulit diprediksi.
“Tidak ada jawaban sederhana tentang apa yang akan terjadi berikutnya,” katanya di CBS News.
Senator Republik Lindsey Graham mendukung gagasan bahwa rakyat Iran harus menentukan masa depan kepemimpinannya, sembari menolak anggapan bahwa AS akan menanggung konsekuensi jangka panjang seperti di Irak.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!