Korban Jiwa Banjir dan Longsor di Sumatera Terus Bertambah: BNPB Laporkan 867 Meninggal Dunia
VISI.NEWS | PADANG - Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada Rabu (26/11/2025) terus memberikan dampak besar. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan pada Jumat (5/12/2025) pukul 18.30 WIB, jumlah korban jiwa yang terhitung telah mencapai 867 orang. Selain itu, 521 orang masih dinyatakan hilang, sementara 4.200 orang mengalami luka-luka, dan lebih dari 833 ribu orang terpaksa mengungsi akibat bencana ini.
Sebanyak 51 kabupaten/kota di Sumatera terdampak oleh bencana ini, dengan kerusakan infrastruktur yang cukup parah. Diantaranya, lebih dari 121 ribu rumah rusak, 1.100 fasilitas umum hancur, 270 fasilitas kesehatan rusak, dan 509 fasilitas pendidikan terendam. Tak hanya itu, 338 rumah ibadah, 221 gedung atau kantor, serta 405 unit jembatan turut rusak parah.
Di Provinsi Sumatera Barat, jumlah korban yang meninggal dunia mencapai 210 orang, dengan 214 orang masih hilang. Korban bencana tersebar di berbagai daerah, seperti Agam, Kota Padang Panjang, Padang Pariaman, Kota Padang, dan Pasaman Barat. Di sisi lain, 112 orang mengalami luka-luka, dan sekitar 15.800 orang terpaksa mengungsi.
Ribuan bangunan juga mengalami kerusakan parah, dengan lebih dari 3.300 rumah rusak. Selain itu, 339 fasilitas umum, 24 fasilitas kesehatan, 197 fasilitas pendidikan, 118 rumah ibadah, 16 gedung atau kantor, dan 64 unit jembatan turut terdampak. Bencana ini juga mengakibatkan 16 kabupaten/kota di Sumatera Barat menderita kerusakan yang cukup parah.
Di Sumatera Utara, tercatat 312 orang meninggal dunia akibat banjir dan longsor. Daerah yang terdampak antara lain Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Deli Serdang, Kota Medan, Langkat, dan Humbang Hasundutan. Selain itu, 133 orang masih hilang, dan 652 orang lainnya mengalami luka-luka. Sebanyak 47.800 orang terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Kerusakan infrastruktur di Sumatera Utara juga sangat parah. Sekitar 2.400 rumah rusak, 74 fasilitas umum, 1 fasilitas kesehatan, 54 fasilitas pendidikan, 19 rumah ibadah, dan 29 unit jembatan juga mengalami kerusakan. Sejumlah kabupaten/kota di provinsi ini sangat membutuhkan bantuan untuk memulihkan kondisi pasca bencana.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!