Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Korban Jiwa Banjir dan Longsor di Sumatera Terus Bertambah: BNPB Laporkan 867 Meninggal Dunia

ED
Sabtu, 6 Desember 2025 | 06:59 WIB
Bagikan
Korban Jiwa Banjir dan Longsor di Sumatera Terus Bertambah: BNPB Laporkan 867 Meninggal Dunia

VISI.NEWS | PADANG - Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada Rabu (26/11/2025) terus memberikan dampak besar. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan pada Jumat (5/12/2025) pukul 18.30 WIB, jumlah korban jiwa yang terhitung telah mencapai 867 orang. Selain itu, 521 orang masih dinyatakan hilang, sementara 4.200 orang mengalami luka-luka, dan lebih dari 833 ribu orang terpaksa mengungsi akibat bencana ini.

Sebanyak 51 kabupaten/kota di Sumatera terdampak oleh bencana ini, dengan kerusakan infrastruktur yang cukup parah. Diantaranya, lebih dari 121 ribu rumah rusak, 1.100 fasilitas umum hancur, 270 fasilitas kesehatan rusak, dan 509 fasilitas pendidikan terendam. Tak hanya itu, 338 rumah ibadah, 221 gedung atau kantor, serta 405 unit jembatan turut rusak parah.

Di Provinsi Sumatera Barat, jumlah korban yang meninggal dunia mencapai 210 orang, dengan 214 orang masih hilang. Korban bencana tersebar di berbagai daerah, seperti Agam, Kota Padang Panjang, Padang Pariaman, Kota Padang, dan Pasaman Barat. Di sisi lain, 112 orang mengalami luka-luka, dan sekitar 15.800 orang terpaksa mengungsi.

Ribuan bangunan juga mengalami kerusakan parah, dengan lebih dari 3.300 rumah rusak. Selain itu, 339 fasilitas umum, 24 fasilitas kesehatan, 197 fasilitas pendidikan, 118 rumah ibadah, 16 gedung atau kantor, dan 64 unit jembatan turut terdampak. Bencana ini juga mengakibatkan 16 kabupaten/kota di Sumatera Barat menderita kerusakan yang cukup parah.

Di Sumatera Utara, tercatat 312 orang meninggal dunia akibat banjir dan longsor. Daerah yang terdampak antara lain Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Deli Serdang, Kota Medan, Langkat, dan Humbang Hasundutan. Selain itu, 133 orang masih hilang, dan 652 orang lainnya mengalami luka-luka. Sebanyak 47.800 orang terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kerusakan infrastruktur di Sumatera Utara juga sangat parah. Sekitar 2.400 rumah rusak, 74 fasilitas umum, 1 fasilitas kesehatan, 54 fasilitas pendidikan, 19 rumah ibadah, dan 29 unit jembatan juga mengalami kerusakan. Sejumlah kabupaten/kota di provinsi ini sangat membutuhkan bantuan untuk memulihkan kondisi pasca bencana.

Sementara itu, di Provinsi Aceh, tercatat 345 orang meninggal dunia, dengan 174 orang masih dinyatakan hilang. Korban tersebar di sejumlah daerah, termasuk Aceh Utara, Aceh Tamiang, Bener Meriah, Pidie Jaya, Aceh Tengah, Aceh Timur, Bireuen, Aceh Tenggara, Kota Langsa, Gayo Lues, dan Kota Lhokseumawe. Di samping itu, 3.500 orang mengalami luka-luka dan lebih dari 769 ribu orang terpaksa mengungsi.

Bencana ini juga menyebabkan kerusakan signifikan di berbagai infrastruktur. Sebanyak 115.300 rumah rusak, 258 fasilitas pendidikan, 312 jembatan, 245 fasilitas kesehatan, 704 fasilitas umum, 205 gedung atau kantor, dan 201 rumah ibadah turut hancur. Aceh menjadi salah satu daerah yang paling parah terdampak oleh bencana ini.

Keterbatasan Makanan dan Akses

Berdasarkan laporan tim NU Peduli Pusat yang diterima pada Jumat (5/12/2025), pengungsi di berbagai lokasi mengalami kesulitan besar untuk mendapatkan makanan yang layak konsumsi. Banyak dapur umum yang belum bisa beroperasi secara optimal karena keterbatasan bahan makanan dan akses jalan yang terputus akibat longsor dan banjir.

Makanan siap saji, air mineral, biskuit bayi, serta makanan pendamping ASI menjadi kebutuhan mendesak di tengah kesulitan ini. Tim NU Peduli juga menyebutkan bahwa upaya distribusi bantuan masih terbatas karena kondisi di lapangan yang cukup sulit.

Bantuan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun organisasi kemanusiaan, terus berdatangan untuk membantu meringankan beban para korban. Namun, tantangan utama adalah distribusi yang terhambat akibat infrastruktur yang rusak, serta terbatasnya akses menuju daerah-daerah terdampak.

Pemerintah daerah, bersama dengan BNPB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), berusaha keras untuk mengatasi kendala ini. Mereka juga bekerja sama dengan berbagai organisasi relawan untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan para pengungsi, baik berupa makanan, obat-obatan, maupun tempat tinggal sementara.

Pemulihan Pasca-Bencana dan Rencana Ke Depan

Ke depannya, pemulihan pasca-bencana akan menjadi fokus utama. Rehabilitasi rumah, fasilitas umum, dan infrastruktur yang rusak akan memerlukan waktu dan sumber daya yang cukup besar. Selain itu, perbaikan sistem peringatan dini bencana juga menjadi perhatian untuk mengurangi dampak bencana serupa di masa depan.

Dukungan dari masyarakat, baik dalam bentuk bantuan materi maupun tenaga, sangat dibutuhkan dalam proses pemulihan ini. Gotong royong adalah salah satu kekuatan besar yang dimiliki bangsa Indonesia, dan hal ini sangat penting untuk membangkitkan kembali semangat hidup masyarakat yang terdampak.

Di tengah musibah yang melanda, semangat solidaritas dan kepedulian antar sesama terus tumbuh. Masyarakat Indonesia telah menunjukkan semangat gotong royong yang luar biasa untuk membantu para korban bencana. Semua pihak, dari pemerintah hingga masyarakat, bersatu padu untuk membantu meringankan beban mereka yang terdampak.

Semoga proses pemulihan berjalan lancar, dan para korban dapat segera bangkit dari kesulitan yang mereka alami. Mari kita terus berdoa dan berusaha bersama agar bangsa ini dapat melewati ujian besar ini dengan kekuatan dan ketabahan.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.