Konser 2026 Ramai, Fanbase Jadi Kekuatan Musisi
“Semakin banyaknya pilihan musik global tidak membuat musisi Indonesia kehilangan tempat di hati pendengar. Justru, masyarakat kini menikmati karya dari berbagai negara sambil tetap mempertahankan kedekatan dengan musisi lokal,” ujar Farida.
Menurut dia, perkembangan platform digital membuat penggemar memiliki lebih banyak cara untuk berinteraksi dengan musisi. Dukungan tersebut tidak selalu harus dilakukan melalui pengeluaran finansial.
Data Jakpat menunjukkan aktivitas dukungan digital justru menjadi pilihan paling populer. Sebanyak 50 persen responden memilih mendengarkan musik melalui layanan streaming, sementara 46 persen mengikuti akun media sosial musisi favorit.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan responden yang membeli merchandise, yakni 15 persen, maupun album fisik yang hanya mencapai 12 persen.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan penggemar dengan musisi kini banyak berlangsung melalui ruang digital. Penggemar dapat mendukung musisi dengan mendengarkan karya, mengikuti perkembangan terbaru, hingga berinteraksi melalui media sosial tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Meski demikian, pengalaman menyaksikan penampilan musisi secara langsung tetap memiliki tempat tersendiri. Sebanyak 22 persen responden mengaku menonton konser musisi favorit secara langsung, sementara persentase yang sama juga menonton konser secara online.
Sebanyak 14 persen responden bahkan memilih bergabung dengan basis penggemar atau fanbase.
Fanbase menjadi salah satu bentuk keterikatan yang lebih jauh antara penggemar dan musisi. Komunitas tersebut bukan sekadar tempat bertukar informasi mengenai idola, tetapi juga menjadi ruang bagi penggemar untuk berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki ketertarikan serupa.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!