Konflik Kekhawatiran akan Air: Indonesia dan Amerika Mempunyai Banyak Kesamaan
Oleh Eka Permanasari dan Derry Wijaya (360info)
- Monash University Indonesia
Dian Nostikasari (360 info)
- Drake University
DI PERMUKAAN, Jakarta tidak memiliki banyak kesamaan dengan negara bagian Iowa di AS.
Ibu kota Indonesia ini adalah kota pesisir tropis yang berpenduduk lebih dari 11 juta orang, tiga kali lebih banyak dari Iowa yang beriklim sedang dan tidak memiliki daratan. Kebanyakan orang di kota yang mayoritas penduduknya Muslim tidak makan daging babi. Iowa adalah produsen produk daging babi terbesar di AS.
Namun, jika Anda menggali lebih dalam, Anda akan menemukan bahwa Jakarta dan Iowa menghadapi masalah yang sangat mirip, yaitu kelangkaan air dan polusi air. Jakarta dilintasi 13 sungai yang tersumbat sampah dan sedimen berat. Hal ini membuat kota lebih rentan terhadap banjir dan memungkinkan puing-puing menumpuk. Sungai-sungainya sangat tercemar oleh bakteri e-coli, sebagian besar disebabkan oleh limbah kota yang tidak diolah.
Beberapa wilayah Jakarta seperti Pasar Minggu, Matraman, dan Palmerah memiliki tingkat bakteri e-coli yang sangat tinggi karena kedekatan tangki septik dengan sumber air tanah. Di wilayah tersebut, banyak warga yang masih mandi dan menggunakannya untuk mencuci pakaian, meski terkontaminasi. Iowa juga mempunyai masalah polusi yang parah.
Negara bagian Midwestern dengan lahan hijau yang berbukit-bukit merupakan salah satu negara bagian dengan peringkat teratas di AS dalam hal pertanian, namun hal ini mengorbankan kualitas air. Negara bagian ini mengalami krisis pencemaran air, yang disebabkan oleh penggunaan nitrogen dan fosfor yang berlebihan dalam produksi tanaman.
Dengan 90 persen lahan di Iowa merupakan lahan pertanian, dan populasi babi berjumlah 23 juta ekor (tujuh kali lipat populasi manusia), sebagian besar wilayah Iowa diarahkan pada pertanian dan produksi tanaman.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!