Konflik Kekhawatiran akan Air: Indonesia dan Amerika Mempunyai Banyak Kesamaan
Penduduk Jakarta mengandalkan air tanah dan air permukaan sebagai sumber utama mereka.
Kota ini menghadapi penurunan tanah akibat penggunaan air tanah yang berlebihan. Pemerintah telah mencoba sejumlah pendekatan untuk memperbaikinya: membatasi penggunaan air tanah, membangun sumur resapan untuk menyerap air hujan, memperluas jaringan pipa untuk air daur ulang dan memperbaiki sistem pembuangan limbah kota.
Namun, seiring dengan pesatnya urbanisasi di Jakarta, upaya-upaya ini tidak cukup untuk sepenuhnya mengatasi masalah kelangkaan air. Permasalahan kualitas air hanya akan dapat diatasi dengan baik bila gabungan lembaga pemerintah, masyarakat lokal, dan pihak-pihak dari industri swasta dapat membantu menyelesaikan masalah ini secara komprehensif.
Teknologi menawarkan sejumlah cara yang menjanjikan untuk meningkatkan sanitasi air – analisis geospasial, kecerdasan buatan, penginderaan jarak jauh, dan Internet of Things (praktik menghubungkan objek untuk mengirim dan menerima data) dapat membantu. Hal ini efektif di salah satu danau paling tercemar di India, Danau Sembakkam di Chennai.
AI dan Internet of Things telah digunakan untuk mengukur dan memantau kualitas air di danau, menggunakan platform berbasis cloud dan memasang sensor di danau untuk melacak kesehatannya, mengeluarkan peringatan ketika kualitas air turun ke tingkat yang mengkhawatirkan.
Teknologi ini telah memberikan banyak informasi real-time kepada masyarakat untuk memutuskan bagaimana mereka menggunakan dan melestarikan air di sekitar mereka. Data dari bulan tersebut
Teknologi ini telah memberikan banyak informasi real-time kepada masyarakat untuk memutuskan bagaimana mereka menggunakan dan melestarikan air di sekitar mereka. Data dari pemantauan tersebut, bersama dengan citra satelit, juga membantu dalam hal lain: memungkinkan pembuat kebijakan dan perencana untuk lebih memahami kualitas air dan melaksanakan rencana, termasuk keputusan seputar teknologi pemurnian air.
Bagi Jakarta, Iowa, dan wilayah lain yang mengalami penurunan kualitas air, hal ini bisa menjadi masalah hidup atau mati. Setiap tahunnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan sekitar 2 juta kematian disebabkan oleh sanitasi yang buruk, air yang tidak bersih, dan kebersihan yang di bawah standar.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!