Konflik Kekhawatiran akan Air: Indonesia dan Amerika Mempunyai Banyak Kesamaan

ED
Kamis, 21 Maret 2024 | 05:51 WIB
Bagikan
Konflik Kekhawatiran akan Air: Indonesia dan Amerika Mempunyai Banyak Kesamaan

Penduduk di seluruh negara bagian menghadapi beban untuk membayar fasilitas pengolahan air yang mahal, namun mereka yang tinggal di kota-kota kecil di pedesaan membayar sekitar tiga kali lebih banyak untuk sistem pengolahan nitrat.

Masyarakat di wilayah Des Moines dapat membeli dan mengoperasikan teknologi penghilangan nitrat yang lebih efisien untuk melayani kota dan beberapa daerah pinggiran kota yang makmur, sehingga menurunkan biaya pengobatan per orang.

Masyarakat berpenghasilan rendah dan orang kulit berwarna cenderung tinggal di tempat yang air minumnya mengandung kadar nitrat yang lebih tinggi, sehingga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan yang fatal seperti sindrom baby blue dan kanker.

Hal ini karena banyak kota pedesaan kecil seperti Ottumwa, Perry, Marshalltown, dan Storm Lake juga merupakan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan kulit berwarna yang bekerja di pertanian skala besar, industri pengolahan daging dan pengepakan.

Limpasan polusi nitrat di Iowa menambah sekitar 50 persen zona mati di Teluk Meksiko, sebuah wilayah dengan oksigen rendah yang mencakup lebih dari 16.000 kilometer persegi yang dapat membunuh kehidupan laut.

Jakarta dan Iowa telah mengatasi masalah air mereka dengan cara mereka masing-masing.

Iowa telah mendorong berbagai insentif dan strategi konservasi dengan mengandalkan dukungan sukarela dari para petani, namun masalah kualitas air di negara tersebut masih belum kunjung membaik. Polk County, lokasi gedung ibu kota negara bagian, memperkenalkan model 'batch and build' di mana pemerintah bekerja secara langsung dengan kontraktor yang terpercaya untuk membangun proyek konservasi di lahan pribadi.

Model ini memudahkan pemilik lahan untuk membangun praktik penataan hujan, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas air. Upaya terakhir yang signifikan terhadap regulasi dari pemerintah AS terjadi pada tahun 1972 melalui Undang-Undang Air Bersih. Dalam 52 tahun sejak itu, hal ini menjadi tidak sesuai dengan tujuannya. Peraturan dan pemantauan yang lebih ketat, seperti pengawasan terhadap rencana pengelolaan kotoran dari produsen babi, akan sangat membantu dalam mengatasi masalah kualitas air di daerah-daerah tersebut.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.