Kondisi Bandara Indonesia: Kabut, Asap hingga Berawan
Jawa Tengah dan Jawa Timur
Bandara Ahmad Yani Semarang tercatat cerah berawan pada pukul 04.30 WIB. Suhu berada di angka 26 derajat Celsius, sementara titik embun 18 derajat Celsius. Jarak pandang mencapai setidaknya 10 kilometer dan angin bertiup sekitar 11,1 km/jam. Perbedaan cukup besar antara suhu dan titik embun menunjukkan kondisi yang relatif lebih kering dibanding sejumlah bandara lain yang diamati pada waktu yang sama. Web Aviation
Bandara Adi Soemarmo, Surakarta, juga tercatat cerah berawan. Suhu 22 derajat Celsius, titik embun 15 derajat Celsius, tekanan 1.012 hPa dan jarak pandang 7 kilometer. Web Aviation
Di Surabaya, Bandara Juanda berada dalam kondisi cerah berawan pada pukul 04.30 WIB. Suhu mencapai 24 derajat Celsius dengan titik embun 23 derajat Celsius, tekanan 1.012 hPa, angin 5,6 km/jam dan jarak pandang 8 kilometer. Web Aviation
Sementara itu, Bandara Abdulrachman Saleh di Malang mengalami halimun. Pengamatan menunjukkan suhu 21 derajat Celsius, titik embun 20 derajat Celsius, tekanan 1.017 hPa dan jarak pandang sekitar 4 kilometer. Web Aviation
Sumatra: Kabut dan Udara Kabur
Sejumlah bandara di Sumatra menunjukkan kondisi atmosfer dengan jarak pandang yang lebih terbatas.
Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, tercatat mengalami udara kabur pada pukul 04.30 WIB. Suhu mencapai 26 derajat Celsius, titik embun 25 derajat Celsius, tekanan 1.009 hPa, angin 9,3 km/jam dan jarak pandang sekitar 5 kilometer. Web Aviation
Bandara Internasional Minangkabau di Padang mengalami halimun dengan jarak pandang 4,3 kilometer. Suhu dan titik embun sama-sama tercatat 24 derajat Celsius, sedangkan tekanan berada di 1.009 hPa. Kondisi suhu yang sangat dekat dengan titik embun tersebut menunjukkan atmosfer yang sangat lembap di sekitar permukaan. Web Aviation
Di Palembang, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II tercatat berasap dengan jarak pandang 2,5 kilometer. Suhu mencapai 24 derajat Celsius, titik embun 23 derajat Celsius dan tekanan 1.011 hPa. Kondisi ini menjadi salah satu yang perlu diperhatikan karena jarak pandang relatif rendah. Web Aviation
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!