Kondisi Bandara Indonesia: Kabut, Asap hingga Berawan
VISI.NEWS - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kondisi atmosfer yang cukup beragam di sejumlah bandara Indonesia pada pemantauan Minggu, 13 September 2026. Data cuaca penerbangan BMKG memperlihatkan sebagian bandara berada dalam kondisi cerah hingga cerah berawan, tetapi sejumlah lokasi lainnya mengalami kabut, udara kabur, asap, dan tutupan awan yang berpotensi memengaruhi jarak pandang penerbangan. Web Aviation
Kondisi tersebut menjadi penting untuk diperhatikan karena sistem cuaca penerbangan BMKG tidak hanya memantau keadaan langit, tetapi juga parameter seperti jarak pandang, suhu, titik embun, tekanan udara dan angin. Data ini menjadi bagian dari informasi meteorologi yang digunakan untuk mendukung operasional penerbangan.
Jakarta dan Jawa Barat
Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, BMKG mencatat kondisi berawan pada pengamatan pukul 04.30 WIB. Suhu tercatat 27 derajat Celsius dengan titik embun 24 derajat Celsius, tekanan udara 1.011 hPa, angin sekitar 5,6 km/jam, dan jarak pandang 6 kilometer. Kondisi berawan tersebut menunjukkan atmosfer yang relatif lembap pada awal pagi. Web Aviation
Sementara itu, Bandara Husein Sastranegara di Bandung mengalami halimun pada pukul 04.00 WIB. Suhu tercatat 21 derajat Celsius, titik embun 20 derajat Celsius, tekanan 1.016 hPa dan jarak pandang sekitar 4 kilometer. Kondisi ini menunjukkan adanya penurunan jarak pandang akibat partikel air di dekat permukaan. Web Aviation
Bandara Kertajati di Jawa Barat juga berada dalam kondisi berawan. Pada pengamatan pukul 04.30 WIB, suhu mencapai 26 derajat Celsius dengan titik embun 21 derajat Celsius, tekanan 1.012 hPa, angin 13 km/jam dan jarak pandang 6 kilometer. Web Aviation
Kondisi berbeda terlihat di Bandara Tunggul Wulung, Cilacap, yang tercatat cerah pada pukul 04.30 WIB dengan suhu 24 derajat Celsius dan angin 11,1 km/jam. Bandara Noto Hadinegoro di Jember juga tercatat cerah dengan suhu 21 derajat Celsius. Web Aviation
Jawa Tengah dan Jawa Timur
Bandara Ahmad Yani Semarang tercatat cerah berawan pada pukul 04.30 WIB. Suhu berada di angka 26 derajat Celsius, sementara titik embun 18 derajat Celsius. Jarak pandang mencapai setidaknya 10 kilometer dan angin bertiup sekitar 11,1 km/jam. Perbedaan cukup besar antara suhu dan titik embun menunjukkan kondisi yang relatif lebih kering dibanding sejumlah bandara lain yang diamati pada waktu yang sama. Web Aviation
Bandara Adi Soemarmo, Surakarta, juga tercatat cerah berawan. Suhu 22 derajat Celsius, titik embun 15 derajat Celsius, tekanan 1.012 hPa dan jarak pandang 7 kilometer. Web Aviation
Di Surabaya, Bandara Juanda berada dalam kondisi cerah berawan pada pukul 04.30 WIB. Suhu mencapai 24 derajat Celsius dengan titik embun 23 derajat Celsius, tekanan 1.012 hPa, angin 5,6 km/jam dan jarak pandang 8 kilometer. Web Aviation
Sementara itu, Bandara Abdulrachman Saleh di Malang mengalami halimun. Pengamatan menunjukkan suhu 21 derajat Celsius, titik embun 20 derajat Celsius, tekanan 1.017 hPa dan jarak pandang sekitar 4 kilometer. Web Aviation
Sumatra: Kabut dan Udara Kabur
Sejumlah bandara di Sumatra menunjukkan kondisi atmosfer dengan jarak pandang yang lebih terbatas.
Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, tercatat mengalami udara kabur pada pukul 04.30 WIB. Suhu mencapai 26 derajat Celsius, titik embun 25 derajat Celsius, tekanan 1.009 hPa, angin 9,3 km/jam dan jarak pandang sekitar 5 kilometer. Web Aviation
Bandara Internasional Minangkabau di Padang mengalami halimun dengan jarak pandang 4,3 kilometer. Suhu dan titik embun sama-sama tercatat 24 derajat Celsius, sedangkan tekanan berada di 1.009 hPa. Kondisi suhu yang sangat dekat dengan titik embun tersebut menunjukkan atmosfer yang sangat lembap di sekitar permukaan. Web Aviation
Di Palembang, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II tercatat berasap dengan jarak pandang 2,5 kilometer. Suhu mencapai 24 derajat Celsius, titik embun 23 derajat Celsius dan tekanan 1.011 hPa. Kondisi ini menjadi salah satu yang perlu diperhatikan karena jarak pandang relatif rendah. Web Aviation
Bandara Supadio di Pontianak juga mengalami halimun. Jarak pandang tercatat 2,3 kilometer, dengan suhu dan titik embun sama-sama 26 derajat Celsius. Tekanan udara berada pada 1.010 hPa. Web Aviation
Sementara itu, Bandara Hang Nadim Batam berada dalam kondisi cerah berawan dengan jarak pandang 8 kilometer. Suhu tercatat 26 derajat Celsius, titik embun 25 derajat Celsius dan tekanan 1.010 hPa. Web Aviation
Bali dan Nusa Tenggara
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, tercatat cerah berawan pada pukul 05.30 WITA. Suhu mencapai 25 derajat Celsius dengan titik embun 24 derajat Celsius. Angin bertiup sekitar 14,8 km/jam dan jarak pandang mencapai setidaknya 10 kilometer. Web Aviation
Bandara Internasional Lombok di Praya berada dalam kondisi berawan. Suhu tercatat 23 derajat Celsius, titik embun 22 derajat Celsius dan jarak pandang 7 kilometer. Web Aviation
Bandara Komodo di Labuan Bajo tercatat cerah berawan dengan suhu 21 derajat Celsius, titik embun 21 derajat Celsius, tekanan 1.015 hPa dan jarak pandang 7 kilometer. Kondisi cerah berawan juga tercatat di Bandara El Tari Kupang dengan suhu 24 derajat Celsius, titik embun 21 derajat Celsius, tekanan 1.014 hPa dan jarak pandang 8 kilometer. Web Aviation
Di Sumbawa Besar, Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin tercatat cerah berawan dengan suhu 23 derajat Celsius dan jarak pandang 8 kilometer. Bandara Sultan Muhammad Salahuddin di Bima juga cerah berawan, dengan suhu 22 derajat Celsius dan jarak pandang 6 kilometer. Web Aviation
Kalimantan: Asap dan Jarak Pandang Pendek
Kondisi yang lebih menonjol terlihat di beberapa bandara Kalimantan.
Bandara Tjilik Riwut di Palangkaraya tercatat berasap dengan jarak pandang hanya sekitar 2 kilometer. Suhu mencapai 25 derajat Celsius, titik embun 23 derajat Celsius dan tekanan 1.010 hPa. Web Aviation
Bandara Iskandar di Pangkalan Bun juga mengalami kondisi berasap dengan jarak pandang sekitar 1,2 kilometer. Suhu berada di angka 25 derajat Celsius, titik embun 23 derajat Celsius dan tekanan 1.011 hPa. Jarak pandang 1,2 kilometer menjadi salah satu nilai terendah yang tercatat dalam daftar pengamatan tersebut. Web Aviation
Di Banjarmasin, Bandara Syamsudin Noor tercatat mengalami udara kabur dengan jarak pandang 4,9 kilometer. Suhu 26 derajat Celsius dan titik embun 23 derajat Celsius, sedangkan tekanan berada pada 1.011 hPa. Web Aviation
Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan berada dalam kondisi berawan. Suhu tercatat 27 derajat Celsius, titik embun 25 derajat Celsius, tekanan 1.011 hPa dan jarak pandang 9 kilometer. Web Aviation
Sulawesi
Di Sulawesi, kondisi umumnya relatif lebih baik. Bandara Sultan Hasanuddin Makassar tercatat cerah berawan pada pukul 05.30 WITA. Suhu mencapai 20 derajat Celsius, titik embun 18 derajat Celsius, tekanan 1.012 hPa dan jarak pandang 8 kilometer. Web Aviation
Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu juga cerah berawan dengan suhu 24 derajat Celsius, titik embun 22 derajat Celsius, tekanan 1.012 hPa dan jarak pandang 8 kilometer. Bandara Kasiguncu Poso tercatat cerah berawan dengan suhu lebih tinggi, yakni 28 derajat Celsius, serta jarak pandang 7 kilometer. Web Aviation
Di Manado, Bandara Sam Ratulangi tercatat cerah berawan dengan jarak pandang setidaknya 10 kilometer. Suhu berada pada 20 derajat Celsius dan titik embun 19 derajat Celsius. Web Aviation
Maluku dan Papua
Di kawasan timur Indonesia, kondisi awan dan jarak pandang juga bervariasi. Bandara Pattimura Ambon tercatat cerah berawan dengan jarak pandang setidaknya 10 kilometer, suhu 21 derajat Celsius dan titik embun 19 derajat Celsius. Web Aviation
Bandara Domine Eduard Osok Sorong berada dalam kondisi berawan dengan suhu 23 derajat Celsius, titik embun 23 derajat Celsius, tekanan 1.011 hPa dan jarak pandang 7 kilometer. Web Aviation
Bandara Frans Kaisiepo Biak tercatat cerah berawan dengan suhu 29 derajat Celsius, titik embun 24 derajat Celsius dan jarak pandang 7 kilometer. Sementara Bandara Rendani Manokwari mengalami kondisi berasap dengan jarak pandang 5 kilometer. Web Aviation
Bandara Mozes Kilangin Timika juga tercatat berasap. Jarak pandangnya sekitar 3 kilometer, dengan suhu 23 derajat Celsius dan titik embun 23 derajat Celsius. Web Aviation
Fenomena yang Paling Menonjol
Jika melihat keseluruhan data pengamatan BMKG, fenomena yang paling menonjol bukanlah dominasi badai atau hujan lebat di bandara-bandara tersebut, melainkan variasi tutupan awan dan penurunan jarak pandang akibat halimun, udara kabur serta asap.
Jarak pandang terendah dalam sejumlah data yang ditampilkan terdapat di Bandara Iskandar Pangkalan Bun, sekitar 1,2 kilometer. Kondisi serupa yang perlu diperhatikan juga muncul di Palembang dengan jarak pandang 2,5 kilometer, Pontianak 2,3 kilometer, serta Palangkaraya sekitar 2 kilometer. Web Aviation
Untuk penerbangan, kondisi jarak pandang rendah seperti ini menjadi parameter penting karena dapat memengaruhi fase lepas landas maupun pendaratan. Karena itu, kondisi aktual bandara harus terus dipantau bersamaan dengan prakiraan dan peringatan meteorologi penerbangan.
Perlu dicatat, data pengamatan bandara berbeda dengan citra satelit Himawari. Citra satelit memberikan gambaran kondisi awan pada wilayah yang luas dari atas, sedangkan pengamatan bandara menggambarkan kondisi atmosfer yang benar-benar terukur di sekitar lokasi bandara. Keduanya saling melengkapi dalam analisis cuaca.
BMKG sendiri menyediakan informasi cuaca bandara hingga 12 jam ke depan serta produk khusus penerbangan, termasuk potensi awan cumulonimbus. BMKG
Dengan demikian, pada Minggu, 13 September 2026, kondisi atmosfer di bandara-bandara Indonesia tidak seragam. Sejumlah bandara seperti Ngurah Rai, Hasanuddin, Sam Ratulangi dan Pattimura relatif baik dengan cuaca cerah atau cerah berawan dan jarak pandang cukup luas. Sebaliknya, beberapa bandara di Sumatra dan Kalimantan menghadapi halimun, udara kabur atau asap yang menyebabkan jarak pandang menurun dan perlu menjadi perhatian dalam operasional penerbangan. Web Aviation
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!