Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Komisi IX DPR Setujui Pencabutan Moratorium Pengiriman PMI ke Arab Saudi

Desi Rossilawati
Senin, 28 April 2025 | 18:31 WIB
Bagikan
Komisi IX DPR Setujui Pencabutan Moratorium Pengiriman PMI ke Arab Saudi
VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, menyampaikan dukungannya terhadap rencana pencabutan moratorium pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Arab Saudi. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan KemenP2MI, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Atase Ketenagakerjaan di Kompleks Parlemen pada Senin (28/4/2025), Irma menilai persiapan KemenP2MI sudah sangat menyeluruh. Menurutnya, dibandingkan pertemuan sebelumnya, paparan Menteri P2MI kali ini merupakan salah satu yang paling lengkap. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan kebijakan ini nantinya harus sejalan dengan rencana strategis yang telah dipaparkan. "Paparan Menteri P2MI ini salah satu yang paling komprehensif dalam tiga periode pertemuan saya dengan menteri ketenagakerjaan. Implementasinya nanti harus sejalan dengan perencanaan ini," tegas Irma. Irma mengungkapkan bahwa sebelum terbentuknya KemenP2MI, penempatan PMI kerap bermasalah, mulai dari pelatihan yang tidak standar, peralatan di Balai Latihan Kerja (BLK) yang sudah ketinggalan zaman, hingga tidak adanya sistem uji kompetensi. Namun kini, ia menilai telah terjadi banyak perbaikan, baik dari segi regulasi, pelatihan, maupun tata kelola kelembagaan. "Sekarang, tata kelola sudah jauh lebih baik, dan saya apresiasi langkah-langkah komprehensif ini," tambahnya. Ia pun menyatakan setuju terhadap pencabutan moratorium yang sebelumnya diberlakukan karena lemahnya perlindungan bagi PMI. Irma menyebut, keputusan ini penting dalam rangka memanfaatkan potensi bonus demografi Indonesia, dengan catatan bahwa kompetensi tenaga kerja migran harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar internasional dan domestik. "Jika tidak dibuka, kita kehilangan peluang memanfaatkan bonus demografi. Tapi, skill PMI harus benar-benar memenuhi standar," ujarnya. @givary

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.