Komisi IV DPR Heran Stok Beras Melimpah, Harga di Pasar Tetap Naik
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 2 Juli 2025 | 14:49 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Komisi IV DPR RI menyoroti kenaikan harga beras yang terus terjadi meskipun cadangan beras pemerintah (CBP) di Bulog terpantau melimpah, mencapai 4,19 juta ton per 30 Juni 2025. Kondisi ini menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat dan anggota dewan.
Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, menyampaikan kegelisahannya dalam rapat dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Ia mempertanyakan mengapa harga beras di pasar tetap tinggi, sementara stok nasional dinyatakan aman.
"Banyak yang bertanya ke saya, di tengah harga konsumen yang tinggi, katanya Bulog dilarang untuk melepas cadangannya, melepas stoknya. Biasanya kan, jawaban saya menjadi tugas Bulog untuk mengintervensi pasar, salah satunya adalah operasi pasar, sehingga harga menjadi stabil. Tetapi katanya Bulog dilarang. Nah kita minta penjelasan," ujar Daniel dalam rapat di Kompleks Parlemen, Selasa (1/7/2025).
Menanggapi hal itu, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menjelaskan kenaikan harga beras terjadi akibat naiknya harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani yang kini melampaui harga pembelian pemerintah (HPP).
"Kenapa harga beras naik? Ya, kalau GKP sebelumnya di angka Rp 5.500 atau Rp 6.000, hari ini Rp 6.500 di Maret kualitas apapun," jelas Arief.
Ia menambahkan, pola panen raya juga mempengaruhi ketersediaan beras. Panen raya biasanya berlangsung pada Maret-April dengan produksi nasional mencapai 10 juta ton. Setelah periode itu berakhir, pasokan gabah menurun, yang kemudian memicu kenaikan harga gabah dan harga beras.
"Kalau harga gabah naik, maka harga beras naik. Nah ini waktunya pemerintah melakukan intervensi, dengan satu, bantuan pangan yang 18,277 juta KPM (keluarga penerima manfaat), dan yang kedua SPHP," ungkapnya.
Arief menegaskan pemerintah akan segera mengambil langkah intervensi pasar untuk menjaga stabilitas harga beras di tengah penurunan produksi. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!